Goiania – Pembalap Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu, mengeluhkan masalah traksi ban belakang yang terus menghantui motor Yamaha. Kelemahan klasik ini kembali membatasi performanya di MotoGP Brasil yang digelar di Sirkuit Goiania.

Razgatlioglu menyatakan bahwa kelemahan utama motor Yamaha terletak pada traksi ban belakang saat keluar tikungan. Setiap kali membuka gas, ban belakang motornya mudah selip, menyebabkan kehilangan waktu signifikan pada area akselerasi. Ia membandingkan dengan motor pabrikan lain yang dinilainya memiliki grip jauh lebih baik.

Performa Razgatlioglu di Sirkuit Goiania tidak sesuai harapan. Setelah tampil kompetitif di sesi latihan bebas dan menembus Q2, ia harus memulai balapan dari posisi ke-12. Puncaknya, ia hanya mampu finis di posisi ke-17 pada balapan utama, hanya mengungguli Maverick Vinales.

Masalah traksi ban belakang ini bukan hal baru bagi Yamaha di MotoGP. Sejak era ban Michelin dan perangkat elektronik standar diberlakukan, motor Yamaha kerap tertinggal dalam hal traksi dan akselerasi dibandingkan rival seperti Ducati dan KTM.

Dalam balapan, Razgatlioglu sempat berada di belakang rekan setimnya, Fabio Quartararo. Ia merasa kuat saat memasuki tikungan, namun Quartararo selalu lebih cepat saat keluar tikungan dan berakselerasi. Perbedaan ini diduga berasal dari manajemen ban atau setelan motor yang lebih baik pada motor Quartararo.

Kesalahan fatal terjadi di tikungan pertama ketika Razgatlioglu melebar dari jalur balap, membuatnya kehilangan kontak dengan rombongan di depannya. Sejak saat itu, ia harus berjuang sendirian tanpa patokan waktu, yang semakin menyulitkan penjagaan ritme balap.

Meskipun hasil balapan mengecewakan, Razgatlioglu mengaku mendapatkan pelajaran berharga, terutama dalam memahami karakter engine braking pada motor Yamaha yang kini mulai ia kuasai untuk membantu pengereman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *