Kediri – Panitia pelaksana (Panpel) pertandingan Persik Kediri menerapkan strategi khusus untuk mencegah kehadiran suporter tim tamu saat menjamu Persib Bandung di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (5/1) malam.

Langkah ini diambil dengan mengubah skema penjualan tiket.

Jika biasanya tiket dapat dibeli secara online, kali ini penjualan hanya akan diakses melalui komunitas Persikmania, suporter Persik Kediri.

“Itu dimaksudkan agar kami dapat memfilter (calon) pembeli. Jadi, penjualan tiket itu sesuai peruntukan, yakni untuk teman-teman Persikmania saja,” kata Ketua Panpel Persik, Tri Widodo.

Keputusan ini diambil karena laga melawan Persib sebelumnya nyaris tidak mendapatkan izin dari pihak keamanan.

Sempat ada wacana untuk mencari venue alternatif, bahkan komunikasi dengan pengelola Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, sempat dilakukan.

Namun, kabar baik datang pada Jumat (2/1) sore, pihak keamanan akhirnya memberikan lampu hijau untuk pertandingan di Stadion Brawijaya.

Meski demikian, kuota penonton dibatasi. “Pihak kepolisian telah merekomendasikan laga ini hanya dapat dihadiri 3.000 suporter. Itu pun hanya suporter tuan rumah, atau Persikmania,” ungkap Widodo.

Kuota yang minim ini tidak dipermasalahkan oleh Widodo.

“Karena semua harus sama-sama menjaga kondusivitas Kota Kediri agar senantiasa aman dan nyaman,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *