Padang – Blunder seorang pemain naturalisasi Malaysia dalam wawancara resmi dengan FIFA memicu kecurigaan terkait keaslian dokumen kewarganegaraannya. Pernyataan kontradiktif pemain tersebut mengenai asal-usul keluarganya menjadi sorotan utama.
Komite Banding FIFA mengungkapkan detail mengejutkan terkait salah satu dari tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang sedang diinvestigasi. Dalam dokumen keputusan setebal 63 halaman, FIFA mencatat inkonsistensi dalam jawaban pemain yang disebut ‘Pemain 1’ (Gabriel Felipe Arrocha atau Gabriel Palmero) terkait asal-usul kakek dan neneknya.
Pemain tersebut awalnya menyatakan kakeknya lahir di Venezuela dan neneknya di Spanyol. Namun, beberapa detik kemudian, ia meralat ucapannya dan menyebut neneknya berasal dari Malaysia. “Kakek saya lahir di Venezuela dan nenek saya di Spanyol… maksud saya Malaysia, maaf,” demikian kutipan pernyataan pemain tersebut dari laporan FIFA.
Ketidaksesuaian ini mendorong FIFA untuk melaporkan temuan tersebut kepada otoritas kriminal di Brasil, Argentina, Belanda, Spanyol, dan Malaysia untuk penyelidikan lebih lanjut. FIFA menduga adanya pemalsuan dokumen yang digunakan untuk memenuhi syarat sebagai pemain naturalisasi.
FIFA menjelaskan bahwa ‘Pemain 1’ gagal menyediakan dokumen asli yang sebelumnya diberikan kepada agennya. Pemeriksaan hanya dilakukan melalui tiga dokumen: akta kelahiran nenek yang diajukan FAM, akta yang diperoleh administrasi FIFA, dan akta yang diterbitkan pemerintah Malaysia.
Inkonsistensi dalam dokumen-dokumen ini, dikombinasikan dengan pernyataan pemain yang tidak konsisten, memperkuat kecurigaan FIFA. Kesaksian ‘Pemain 1’ dianggap sangat signifikan karena ia memberikan jawaban yang tidak konsisten mengenai tempat kelahiran neneknya. Jawaban tersebut dicantumkan FIFA sebagai bukti dalam paragraf 55 poin pertama dan dirinci dalam paragraf 145 hingga 147.










