Surabaya – Timnas Indonesia terus mematangkan persiapan untuk menghadapi Lebanon dalam laga FIFA Matchday. Pertandingan akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, malam ini (8/9/2025).

Laga ini menjadi kesempatan emas bagi pelatih Patrick Kluivert untuk melakukan simulasi jelang Kualifikasi Piala Dunia melawan Irak dan Arab Saudi. Hal ini diungkapkan pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni.

“Laga lawan Lebanon adalah kesempatan bagus bagi Coach Kluivert untuk simulasi pertandingan lawan Irak dan Arab Saudi,” kata Kusnaeni, Senin (9/9/2025).

Kusnaeni menilai, meski kualitas Lebanon di bawah Irak dan Arab Saudi, karakter permainan mereka memiliki kemiripan.

Ia juga menyoroti pentingnya memberikan kesempatan bermain kepada pemain kunci yang sebelumnya diistirahatkan saat melawan China Taipei.

“Lawan Lebanon, para pemain itu harus dimainkan, Jay Idzes, Kevin Diks, Verdonk, Ragnar Oeratmangun dll,” tegasnya.

Selain itu, Kusnaeni mendorong Kluivert untuk menguji skema baru 4-2-3-1 yang telah dicoba saat melawan China Taipei.

“Dengan lawan yang lebih kuat, coach Kluivert akan mendapat gambaran apakah skema ini layak dipakai saat melayani Irak dan Arab Saudi,” ungkapnya.

Dua pemain debutan, Mauro Zijlstra dan Miliano Jonathans, diharapkan mendapatkan menit bermain lebih banyak dalam laga ini.

Sebelumnya, Zijlstra dan Jonathans telah menjalani debutnya saat Indonesia mengalahkan China Taipei 6-0 pada Jumat lalu. Zijlstra juga terlihat mengikuti sesi latihan di Lapangan C Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (2/9/2025).

Kusnaeni menekankan pentingnya memberikan menit bermain kepada pemain muda seperti Beckham dan Marselino untuk mengembangkan potensi mereka.

“Intinya, laga persahabatan ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk bereksperimen dan mematangkan kerangka tim,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *