Sepang – Yamaha menghadapi kendala performa signifikan pada awal pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Sepang, Malaysia. Pabrikan asal Jepang ini tertinggal dari para rivalnya, terutama dalam hal tenaga mesin.
Motor baru Yamaha dengan mesin V4 belum menunjukkan performa yang diharapkan. Catatan waktu pembalap Yamaha terpaut lebih dari satu detik dari pembalap tercepat. Situasi diperparah dengan kecelakaan yang dialami pembalap andalan, Fabio Quartararo, pada hari pertama tes. Quartararo mengalami patah jari tangan dan harus menghentikan partisipasinya lebih awal untuk menjalani pemeriksaan medis.
Masalah teknis juga sempat memaksa Yamaha absen satu hari penuh dari sesi tes demi alasan keselamatan. Tim ingin menyelidiki gangguan mesin yang juga dialami pembalap rookie Pramac, Toprak Razgatlioglu.
Manajer olahraga Yamaha, Maio Meregalli, mengakui bahwa kelemahan utama motor M1 terbaru terletak pada tenaga mesin. Ia menyatakan bahwa sasis dan handling motor sudah baik, namun tenaga mesin belum cukup kuat untuk bersaing di lintasan lurus.
“Area yang paling harus kami tingkatkan adalah tenaga mesin, karena motornya sebenarnya mudah dikendarai dan keseimbangannya juga bagus. Motornya sendiri tidak tampil buruk,” ujar Meregalli.
Artinya, motor M1 terbaru nyaman dikendarai, namun kalah akselerasi dan kecepatan puncak di lintasan lurus dibandingkan kompetitor. Manajer tim Pramac, Gino Borsoi, turut mengamini kekurangan top speed tersebut.
“Dari sudut pandang sasis, motor ini cukup kompetitif dan bekerja sangat baik. Jelas kami masih kekurangan top speed, tapi Yamaha sudah mengerjakannya, jadi kami tidak terlalu khawatir,” katanya.
Selain masalah tenaga, Yamaha juga menghadapi kendala teknis terkait ketersediaan suku cadang. Karena hampir semua komponen motor baru, stok suku cadang dan mesin pengganti sangat terbatas. Hal ini memaksa tim untuk mengatur penggunaan komponen secara ketat.
“Seperti yang bisa dibayangkan, semuanya serba baru dan kami tidak punya banyak suku cadang,” jelas Meregalli. Ia menambahkan bahwa tim telah mengatur penggunaan material yang sama untuk dua tes, yaitu di Sepang dan Buriram, sehingga jarak tempuh masing-masing tes telah ditentukan secara pasti.











