Jakarta – Tim beregu putra Indonesia menatap Piala Thomas 2026 dengan penuh optimisme. Hasil positif yang diraih pada Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 menjadi modal berharga bagi skuad Merah Putih untuk bersaing di level tertinggi.

Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, menyatakan keyakinannya bahwa tim Indonesia memiliki kapasitas untuk melangkah jauh di turnamen beregu paling bergengsi tersebut. Ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri sejak dini, seiring dengan persiapan yang matang dan konsisten.

“Tim Thomas yakin bisa bersaing. Jadi, mengapa tidak untuk memantaskan diri agar bisa berada di podium tertinggi,” ujar Alwi.

Alwi menambahkan, persiapan menuju Piala Thomas 2026 harus dimulai dari sekarang agar setiap pemain siap secara fisik, teknik, dan mental. Ia mengaku sangat percaya diri dengan kekuatan tim Indonesia saat ini.

“Kita persiapkan dari sekarang untuk bisa ke sana. Saya sangat percaya diri dan yakin pada tim saya,” tuturnya.

Menurut Alwi, setiap negara peserta Piala Thomas memiliki pemain andalan dan kekuatan masing-masing. Namun, ia menilai komposisi tim Indonesia, baik di sektor tunggal maupun ganda, cukup solid untuk mengimbangi persaingan ketat di level dunia.

Peraih gelar juara Indonesia Masters 2026 ini berharap dapat terpilih masuk dalam skuad final yang akan diberangkatkan ke Denmark. Ia menegaskan, siapa pun pemain yang dipercaya tampil harus memiliki kesiapan mental untuk bertarung dan membawa Indonesia meraih hasil terbaik, sekaligus menunjukkan karakter sebagai pemain tim nasional.

Piala Thomas 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 April hingga 3 Mei di Horsens, Denmark. Sejumlah negara telah memastikan diri lolos ke putaran final setelah rangkaian kejuaraan beregu kontinental rampung digelar.

Dari Asia, empat tim yang lolos adalah Jepang, Indonesia, Korea Selatan, dan Taiwan. Zona Eropa diwakili Prancis, Inggris, Swedia, dan Jerman. Aljazair menjadi wakil Afrika, Australia dari Oseania, dan Kanada dari Pan-Amerika.

Tiga tiket tersisa Piala Thomas 2026 diperoleh Malaysia, India, dan Thailand melalui jalur peringkat dunia. Dengan komposisi peserta yang merata dan kekuatan yang semakin kompetitif, persaingan diprediksi berlangsung ketat sejak fase awal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *