Kuala Lumpur – Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mendapat sanksi berat dari FIFA akibat dugaan pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi tujuh pemain Timnas Malaysia. Keputusan ini memicu kemarahan suporter dan sorotan tajam dari pemerintah Malaysia.

FIFA menjatuhkan denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp 7,2 miliar) kepada FAM. Tujuh pemain yang terlibat, yakni Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgi, dan Hector Alejandro Hevel Serrano, masing-masing didenda 2.000 franc Swiss (Rp 41,5 juta) dan diskors selama 12 bulan.

Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Hannah Yeoh, menilai kasus ini mencoreng nama baik negara. “Masyarakat Malaysia berhak kecewa dan marah atas hasil investigasi FIFA tersebut,” ujarnya seperti dikutip dari NST, Selasa (7/10/2025).

Yeoh menambahkan, Kemenpora masih menunggu hasil banding sebelum memberikan pernyataan resmi. Ia juga menekankan FAM harus merespons tegas semua pengungkapan yang dilakukan FIFA.

Suporter Malaysia meluapkan kekecewaan melalui media sosial. Banyak yang merasa geram dan menuntut FAM bertanggung jawab penuh atas skandal ini. Seorang suporter bernama Simon Lee bahkan meminta agar denda FIFA dibayar dari uang saku FAM, bukan dari dana publik.

Kasus ini bermula dari laporan terkait kelayakan pemain Malaysia saat menghadapi Vietnam dalam Kualifikasi Piala Asia 2027 pada Juni 2025. Investigasi FIFA menemukan 69 pelanggaran terkait perbedaan data tempat lahir kakek-nenek para pemain dengan dokumen resmi. Publik kini mendesak FAM untuk lebih transparan dan bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *