Tangier – Senegal dan Mali memastikan langkah ke perempat final Piala Afrika 2025. Kedua tim asal Afrika Barat ini meraih tiket delapan besar dengan cara yang berbeda. Senegal bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Sudan, sementara Mali harus melalui drama adu penalti melawan Tunisia.
Senegal menjadi tim pertama yang mengamankan tiket perempat final setelah menaklukkan Sudan 3-1 di Grande Stade Tangier, Minggu (5/1/2025) dini hari WIB. Kemenangan ini diraih tidak mudah, sebab Senegal sempat tertinggal lebih dulu.
Sudan unggul cepat pada menit keenam melalui gol Aamir Abdallah. Namun, Senegal berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan pada menit ke-24 lewat Pape Gueye, memanfaatkan umpan Sadio Mane. Senegal berbalik unggul 2-1 sebelum jeda berkat gol kedua Gueye.
Di babak kedua, Senegal menambah keunggulan melalui gol pemain muda berusia 17 tahun, Ibrahima Mbaye, pada menit ke-77. Gol tersebut dicetak berkat assist dari Mane.
Sementara itu, Mali lolos ke perempat final setelah melalui laga menegangkan melawan Tunisia di Casablanca. Mali bermain dengan 10 orang sejak menit ke-26 setelah Woyo Coulibaly mendapat kartu merah.
Tunisia sempat unggul pada menit ke-88 melalui sundulan Firas Chaouat. Namun, Mali berhasil menyamakan kedudukan melalui penalti yang dieksekusi Lassine Sinayoko pada menit ke-97, setelah terjadi handball oleh Yassine Meriah.
Pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu, di mana gol Tunisia sempat dianulir karena offside. Adu penalti akhirnya menjadi penentu, dengan kiper Mali, Djigui Diarra, tampil sebagai pahlawan dengan dua penyelamatan krusial untuk membawa timnya menang 3-2.
Menariknya, Mali melaju ke perempat final tanpa meraih kemenangan dalam waktu normal di sepanjang turnamen. Ketangguhan mental dan daya juang menjadi kunci mereka bertahan di tengah tekanan.
Hasil ini akan mempertemukan Senegal dan Mali dalam duel sesama wakil Afrika Barat di babak perempat final. Pertandingan tersebut akan digelar di Tangier pada Jumat (9/1/2025). Senegal, juara Piala Afrika 2021, akan menghadapi Mali yang dikenal sebagai tim yang sulit ditaklukkan.











