Jakarta – Penyerang Manchester United, Marcus Rashford, melontarkan kritik pedas terhadap kondisi timnya saat ini. Rashford menyebut MU terombang-ambing akibat pergantian pelatih yang terus menerus.

Rashford menilai, Manchester United terjebak di “tanah tak bertuan” akibat filosofi berbeda dari setiap pelatih yang datang.

Pemain berusia 27 tahun yang kini dipinjamkan ke Barcelona itu, sebelumnya juga sempat dipinjamkan ke Aston Villa.

Rashford mengaku, berada di luar Old Trafford membuatnya bisa menganalisis penyebab keterpurukan United. Musim lalu, MU hanya mampu finis di posisi ke-15 Liga Primer Inggris.

“Orang-orang mengatakan kami telah berada dalam transisi selama bertahun-tahun. Tapi untuk berada dalam transisi, Anda harus memulainya,” ujar Rashford dalam podcast ‘The Rest is Football’.

Rashford mencontohkan kesuksesan Liverpool bersama Jurgen Klopp. Menurutnya, The Reds memberikan waktu kepada Klopp untuk membangun tim.

“Untuk memulai transisi, Anda harus membuat rencana dan menaatinya. Kami telah memiliki begitu banyak manajer, ide, dan strategi yang berbeda untuk menang,” kata Rashford.

Manchester United belum pernah lagi meraih gelar Liga Primer Inggris sejak musim 2012-2013, era Sir Alex Ferguson.

Sejak kepergian Ferguson, MU telah berganti manajer beberapa kali, mulai dari David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer, hingga Erik ten Hag.

Rashford menambahkan, di era Ferguson, prinsip bermain diterapkan di seluruh akademi. Hal ini membuat setiap pemain memahami gaya bermain Manchester United.

“Setiap tim yang sukses memiliki prinsip yang berarti setiap pelatih atau pemain yang bergabung harus menyelaraskan atau menambahkan prinsip tersebut,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *