Aljazair – Dua pembalap muda dari Jakarta Pro Cycling Team berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang Tour de Algérie Cycliste (TAC) 2026. Dimas Nur Fadhil Rizqi keluar sebagai juara umum (General Classification/GC), sementara rekannya, Rohman, meraih gelar King of Mountain (KOM).
Tour de Algérie 2026 yang memasuki edisi ke-26 ini menempuh jarak lebih dari 1.697 kilometer dalam 10 etape, melintasi wilayah Aljazair dari Oran hingga Tizi Ouzou. Persaingan berlangsung sengit sejak awal, dengan pembalap Belgia Yorben Lauryssen memimpin klasemen maillot kuning selama delapan etape pertama.
Namun, pada etape kesembilan yang menantang dari Hammam Righa menuju Jebel Chréa di ketinggian lebih dari 1.400 meter, Dimas menunjukkan performa luar biasa. Ia berhasil merebut posisi puncak klasemen umum dan mempertahankannya hingga akhir lomba, mengungguli pesaing seperti Vainqueur Masengesho dan Anatolii Budiak.
Selain meraih maillot kuning, Dimas juga membawa pulang maillot putih sebagai pembalap muda terbaik, pencapaian perdana dalam kariernya di UCI Tour. Pembalap berusia 19 tahun ini mengandalkan sepeda Polygon Helios, produk dalam negeri yang menjadi andalan tim.
Dimas mengaku, “White jersey ini adalah white jersey pertama saya selama berlomba di UCI Tour, tentunya sangat berarti buat saya. Ini mungkin akan menjadi salah satu kenangan yang paling berkesan di tahun 2026 ini. Untuk target berikutnya, saya ingin mendapatkan yellow jersey juga.”
Sementara itu, Rohman tampil konsisten di medan tanjakan dan berhasil mengunci gelar King of Mountain setelah bersaing ketat dengan pembalap dari Jerman dan Belgia. Ia unggul dua poin untuk memastikan gelar raja tanjakan di Tour de Algérie 2026.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa talenta muda Indonesia mampu bersaing di level elite dunia dan membawa harum nama bangsa di ajang balap sepeda internasional.











