Jakarta – Paris Saint-Germain (PSG) resmi memboyong kiper muda Lucas Chevalier dari Lille OSC dengan nilai transfer 40 juta euro.
Kiper berusia 23 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi lima tahun, berlaku hingga 2030. Transfer ini menjadikan Chevalier sebagai kiper Prancis termahal dalam sejarah.
“Paris Saint-Germain dengan bangga mengumumkan kedatangan Lucas Chevalier,” demikian pernyataan resmi klub, Sabtu (15/6/2024). Chevalier akan mengenakan nomor punggung 30.
Chevalier mengaku bangga bisa bergabung dengan PSG. Ia menyebut kepindahannya ini sebagai pencapaian baru dalam kariernya.
“Sangat membanggakan. Ini merupakan pencapaian baru dalam karier saya,” kata Chevalier. “Saya naik tingkat selanjutnya, penting bagi saya melakukannya. Saya merasa ini waktu yang tepat.”
Selain biaya transfer, PSG juga menyertakan potensi bonus tambahan hingga 15 juta euro atau setara Rp284 miliar.
Kiper timnas Prancis ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang di bawah mistar gawang PSG. Ia juga diharapkan mendukung visi pelatih Luis Enrique untuk memiliki kiper yang mahir dalam distribusi bola dan mendukung gaya bermain menyerang tim.
Chevalier, produk akademi Lille, tampil impresif musim lalu dengan mencatatkan 13 clean sheet dalam 48 penampilan di semua kompetisi.
Penampilannya yang gemilang di Ligue 1 membuatnya dinobatkan sebagai Kiper Terbaik Ligue 1 pada UNFP Trophies 2025. Ia mengungguli Gianluigi Donnarumma dan Brice Samba, serta masuk dalam daftar 10 finalis Yashin Trophy.
Kedatangan Chevalier memicu spekulasi tentang masa depan Gianluigi Donnarumma, yang kontraknya akan berakhir pada 2026 dan belum mencapai kesepakatan perpanjangan.
PSG disebut-sebut melihat Chevalier sebagai kiper utama masa depan. Donnarumma berpotensi hengkang musim panas ini, dengan Manchester United, Chelsea, dan beberapa tim Arab Saudi dikabarkan berminat.
Chevalier diperkirakan akan menjalani debutnya bersama PSG pada laga UEFA Super Cup melawan Tottenham Hotspur pada 13 Agustus mendatang.
Dengan kedatangan kiper muda ini, PSG menunjukkan ambisi mereka untuk tetap dominan di Ligue 1 dan bersaing di panggung Eropa.











