Bandung – Persib Bandung saat ini memuncaki klasemen Super League 2025/2026 dengan perolehan 34 poin. Persaingan ketat di papan atas liga menjadi ciri khas yang membedakan kompetisi di Indonesia dengan negara-negara lain di Asia Tenggara.
Di Thailand, Malaysia, dan Singapura, dominasi satu klub sangat terasa. Buriram United berjaya di Liga Thailand, Johor Darul Ta’zim tak tertandingi di Liga Malaysia, dan Lion City Sailors mendominasi Liga Singapura.
Sempat ada indikasi Persib Bandung akan mengikuti jejak dominasi tersebut.
Maung Bandung telah menjuarai Liga 1 dua musim berturut-turut, yakni 2023/24 dan 2024/25. Namun, perlu diingat, gelar juara musim 2023/24 diraih melalui babak *championship*.
Kini, Persib berpeluang meraih gelar juara untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah menjalani 15 pertandingan Super League 2025/26.
Meskipun memiliki poin yang sama dengan Borneo FC, Persib unggul *head-to-head*.
Namun, berbeda dengan Liga Thailand dan Liga Malaysia, Persib menghadapi persaingan sengit dari rival-rivalnya.
Johor Darul Ta’zim unggul 10 poin di puncak Liga Malaysia, sementara Buriram United memimpin Liga Thailand dengan selisih 11 poin.
Persija Jakarta menempati peringkat ketiga dengan 32 poin, hanya terpaut dua poin dari puncak klasemen.
Malut United menyusul di posisi keempat dengan 31 poin, berjarak tiga poin dari singgasana.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyambut tahun 2026 dengan harapan timnya selalu menjadi yang terbaik di setiap kompetisi.
“Saya selalu berharap kami selalu finis sebagai nomor satu di setiap kompetisi,” ujar Hodak. “Ini tentu menjadi harapan dari kita semua, harapan saya adalah mendoakan yang terbaik. Tahun depan kita semua menjadi lebih baik,” tandasnya.
Liga Indonesia baru bisa dikatakan didominasi oleh satu klub jika Persib mampu menjuarai liga dengan mudah.











