Surabaya – Persebaya Surabaya memulai Super League Januari ini dengan semangat baru. Tim berjuluk Green Force itu akan ditangani pelatih kepala baru, Bernardo Tavares.
Namun, Tavares baru akan bertugas pada pekan kedua Januari. Untuk pekan perdana, skuad Persebaya masih akan dipimpin oleh caretaker Uston Nawawi.
Selama Januari, Persebaya akan menghadapi tiga tim di Super League. Salah satunya adalah PSIM Jogjakarta, yang menjadi mimpi buruk tahun lalu.
Mengawali tahun 2026, Persebaya akan bertandang ke Gelora Madura Ratu Pamelingan pada 3 Januari untuk menghadapi Madura United dalam laga bertajuk Derbi Jatim.
Sepekan kemudian, Persebaya akan bermain di kandang sendiri menjamu Malut United pada 10 Januari di Stadion Gelora Bung Tomo.
Laga melawan Malut United diperkirakan akan menjadi debut Tavares. Kemenangan menjadi target utama untuk menjawab ekspektasi Bonek.
Malut United saat ini menjadi tim kandidat juara dan berada di peringkat empat klasemen sementara Super League.
Setelah laga melawan Malut United, Super League libur sepekan dan dilanjutkan pada pekan terakhir Januari. Pada tanggal 25, Persebaya akan bertandang ke Stadion Maguwoharjo, markas PSIM Jogjakarta.
Pertandingan ini bisa menjadi batu sandungan karena PSIM cukup solid dan Persebaya kalah 0-1 pada pertemuan pertama di kandang sendiri.
Untuk laga terdekat, Madura United akan menjadi ujian perdana bagi Persebaya di tahun baru ini. Bek Persebaya, Leo Lelis, bertekad bermain maksimal dan mengulang memori manis di Pamelingan.
“Saya punya kenangan yang bagus di Pamelingan. Pernah mencetak gol dan membawa Persebaya menang di sana. Tentu saya ingin mengulang momen itu,” kata Leo seperti dikutip dari laman resmi Persebaya.
Kemenangan atas Madura United akan menjadi modal bagus bagi Persebaya yang akan ditangani Tavares setelah Derbi Suramadu.











