Padang – Pep Guardiola, pelatih Manchester City, menerapkan strategi ultra-defensif saat menghadapi Arsenal, Minggu (21/9/2025), yang mengundang sorotan tajam. Keputusan ini dianggap mengkhianati filosofi menyerang yang selama ini dianutnya.

Sepanjang kariernya, Guardiola dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan permainan menyerang, atraktif, dan mendominasi lawan. Ia bahkan membawa filosofi tiki-taka ke level tertinggi saat melatih Barcelona.

Namun, seiring bertambahnya usia dan pengalaman, Guardiola mulai berani meninggalkan prinsip lamanya. Strategi pragmatis dan defensif yang dulu dihindarinya kini menjadi opsi yang diterapkan.

Dalam laga kontra Arsenal di Emirates Stadium, Man City unggul cepat melalui gol Erling Haaland di menit ke-9. Namun, mendekati akhir pertandingan, Guardiola memilih untuk bermain bertahan demi mempertahankan keunggulan.

City bahkan menerapkan formasi 9-1-0 dengan memarkir hampir semua pemain di area pertahanan untuk meredam serangan Arsenal. Taktik ini dianggap lebih tepat disebut “parkir pesawat” daripada “parkir bus”.

Guardiola dianggap telah menggantikan tiki-taka dengan pola pikir pragmatis, mirip dengan strategi Jose Mourinho saat menyingkirkan Barcelona di semifinal Liga Champions 15 tahun lalu.

Meski strategi ini sempat berhasil, Arsenal akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui gol Gabriel Martinelli di menit tambahan waktu.

Menanggapi kritik, Guardiola menyatakan bahwa dirinya sedang menjalani masa transisi taktik. Ia beralasan City terpaksa bertahan karena menghadapi lawan yang lebih baik.

“Saya memberikan banyak pujian kepada Arsenal atas apa yang telah mereka lakukan,” ujar Guardiola, seperti dikutip dari Mirror.

Opta mencatat, Man City hanya menguasai bola sebanyak 32,8 persen dalam pertandingan tersebut. Angka ini menjadi rekor terendah bagi tim asuhan Guardiola di liga domestik.

Guardiola menambahkan bahwa ia ingin melihat timnya kembali bersemangat dalam sesi latihan dan menerima bahwa dalam beberapa situasi, timnya harus bertahan dengan cara seperti itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *