Mülheim an der Ruhr, Jerman – Turnamen bulu tangkis German Open 2026 dipastikan kehilangan daya tarik sebelum bergulir akibat banyaknya pemain elite dunia yang mengundurkan diri. Kompetisi level Super 300 yang dijadwalkan berlangsung di Westenergie Sporthalle pada 24 Februari hingga 1 Maret mendatang ini kehilangan sejumlah nama besar dari berbagai sektor.
Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) merilis daftar terbaru yang mengonfirmasi absennya para pemain top. Di sektor tunggal putra, juara dunia Loh Kean Yew dari Singapura dipastikan tidak tampil. Ia menyusul pebulu tangkis papan atas lainnya seperti Lakshya Sen, Lee Zii Jia, Rasmus Gemke, H. S. Prannoy, dan Misha Zilberman.
Sektor tunggal putri juga mengalami gelombang pengunduran diri. Juara Olimpiade Tokyo Chen Yufei dipastikan absen, bersama dengan Nozomi Okuhara, Michelle Li, Nguyễn Thùy Linh, dan wakil tuan rumah Yvonne Li.
Beberapa pasangan kuat di sektor ganda juga batal berpartisipasi. Ganda putra Malaysia Man Wei Chong/Kai Wun Tee dan pasangan Inggris Ben Lane/Sean Vendy tidak akan tampil. Pasangan lintas negara Choi Sol Gyu (Korea Selatan)/Goh V Shem juga menarik diri. Di ganda campuran, pasangan Tiongkok Jiang Zhenbang/Wei Yaxin juga tidak ambil bagian.
Absennya banyak pemain unggulan justru membuka peluang lebih lebar bagi wakil Indonesia, terutama di sektor ganda putri. Indonesia menurunkan dua pasangan, yaitu Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi dan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari.
Berdasarkan undian sementara, Fadia/Tiwi akan menghadapi pasangan Denmark Kathrine Vang/Mette Werge di babak pertama. Sementara itu, Apriyani/Lanny masih menunggu lawan dari babak kualifikasi.
Indonesia juga memiliki wakil di ganda campuran melalui Gloria Emanuelle Widjaja yang berpasangan dengan pemain Singapura, Terry Hee. Pasangan beda negara ini juga masih menanti lawan dari fase kualifikasi.
Dengan banyaknya pemain unggulan yang absen, German Open 2026 berpotensi menghadirkan peta persaingan yang berbeda. Situasi ini dapat menjadi momentum penting bagi pasangan Indonesia untuk meraih hasil maksimal dan meningkatkan kepercayaan diri menjelang rangkaian turnamen Eropa lainnya.











