Enschede – Keputusan kontroversial pelatih FC Twente, Joseph Oosting, mencadangkan bek andalan Mees Hilgers menuai kritik tajam. Hilgers dicadangkan karena indikasi ingin hengkang dari klub.

Absennya Hilgers dalam dua laga awal musim dinilai merugikan FC Twente. Padahal, kontrak pemain bertahan itu masih berlaku hingga 2026.

Pengamat sepak bola, Arno Vermeulen, menyoroti rapuhnya lini belakang Twente tanpa kehadiran Hilgers. “Twente tidak punya pengganti yang sepadan,” ujarnya.

Senada dengan Vermeulen, Ibrahim Afellay juga mempertanyakan keputusan Oosting. Mencadangkan pemain selevel Hilgers tanpa pengganti yang sepadan dinilai sebagai langkah berisiko.

“Aku hanya akan mencadangkan pemain seperti Hilgers jika ada pengganti yang minimal setara atau lebih baik,” tegas Afellay.

Oosting sendiri memberikan jawaban yang terkesan samar terkait keputusannya. Ia menyebut dirinya “seorang romantikus” dan bekerja dengan pemain yang “pada saat terakhir ingin hal lain”.

Afellay menilai jawaban Oosting berputar-putar. “Kalau seorang pemain tidak dimainkan, harusnya alasan disampaikan dengan jelas,” katanya.

Drama masa depan Hilgers diprediksi akan terus berlanjut. FC Twente membutuhkan kekuatan penuh di awal musim ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *