Jakarta – Pemain asing Madura United, Roger Bonet (Ruxi), kritik kebijakan pemecatan pelatih Timnas Indonesia. Ruxi menilai, terlalu sering memecat pelatih akan mempersulit Indonesia mendatangkan pelatih berkualitas.

“Indonesia perlu menyadari bahwa jika pelatih terus dipecat setelah beberapa bulan saja, akan semakin sulit setiap tahunnya untuk menarik pelatih berkualitas,” tulis Ruxi di akun X pribadinya, @Ruxiiii4.

Komentar Ruxi muncul setelah mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor, buka suara terkait pemecatannya bersama Patrick Kluivert dan staf asal Belanda lainnya.

Pastoor menyebut target PSSI tidak realistis, yaitu lolos ke Piala Dunia 2026 dengan peringkat FIFA Indonesia yang masih di posisi 119.

“Proyek ini sebenarnya dirancang untuk jangka panjang, bukan hanya mengejar Piala Dunia,” kata Pastoor, dikutip dari Voetbal International.

“Namun, ketika situasi menjadi negatif setelah kekalahan di Jeddah, keputusan diambil untuk mengakhirinya.”

Pastoor mengungkapkan tiga target utama yang dibebankan PSSI: lolos ke Piala Dunia, mengembangkan pemain lokal untuk tim U-23 dan U-20, serta membangun fondasi jangka panjang untuk pembinaan pemain Indonesia.

Proyek tersebut kandas setelah Kluivert dan staf pelatih Belanda diberhentikan hanya sembilan bulan sejak mulai bekerja pada Januari 2025.

Setelah pemecatan Kluivert, PSSI dikaitkan dengan sejumlah nama besar seperti Louis van Gaal, Shin Tae-yong, dan Jesus Casas sebagai calon pelatih baru Timnas Indonesia.

Hingga kini, PSSI belum memberikan keterangan resmi mengenai pengganti Kluivert.

Pernyataan Ruxi menjadi kritik tajam bagi PSSI, yang dinilai terlalu mudah mengambil keputusan emosional terhadap pelatih. Kritik ini memperkuat pandangan bahwa tanpa stabilitas dan visi jangka panjang, sulit bagi Indonesia untuk menarik pelatih top dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *