Jakarta – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) membatalkan keikutsertaan lima pebulutangkis muda dalam dua turnamen internasional di Amerika Latin. Keputusan ini diambil setelah evaluasi mendalam terkait faktor keamanan dan kendala perjalanan.

Turnamen yang batal diikuti adalah Brazil International Challenge 2026 (24-29 Maret) dan Cuba International Series 2026 (31 Maret-5 April).

Kepala Bidang Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto, menyatakan bahwa situasi keamanan di Kuba menjadi pertimbangan utama. “PP PBSI memutuskan untuk tidak memberangkatkan atlet ke rangkaian turnamen di Kuba dan Brasil setelah mempertimbangkan beberapa faktor. Salah satunya adalah kondisi keamanan di Kuba yang saat ini dinilai kurang kondusif,” ujar Bambang Roedyanto dalam keterangan resmi, Minggu (8/3/2026).

Selain isu keamanan, PBSI juga menghadapi kendala teknis terkait opsi penerbangan. Hingga saat keputusan diambil, belum ada kepastian mengenai rute penerbangan yang harus transit di kawasan Timur Tengah.

Lima atlet yang seharusnya tampil adalah tiga tunggal putri: Kavitha Nadjwa Aulia, Salsabila Amiradana, dan Mayla Cahya Afilian Pratiwi. Serta dua ganda putra: Dexter Farrell/Wahyu Agung Prasetyo dan Alexius Ongkytama Subagio/Aquino Evano Keneddy Tangka.

PBSI memastikan para atlet tetap mendapatkan program pertandingan alternatif. Federasi berupaya menjaga jam terbang dan memaksimalkan persiapan mereka untuk turnamen selanjutnya. Fokus pada agenda kompetisi lain yang lebih efektif dinilai akan memberikan manfaat optimal bagi pembinaan jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *