Praia – Timnas Tanjung Verde mencetak sejarah! Mereka lolos ke Piala Dunia 2026.

Negara asal bek PSM Makassar, Yuran Fernandes, ini menjadi negara terkecil kedua yang pernah menembus turnamen sepak bola terakbar tersebut.

Kepastian itu diraih usai Cape Verde menang telak 3-0 atas Eswatini.

Dailon Rocha Livramento, Willy Semedo, dan Stopira menjadi pahlawan kemenangan. Warga Cape Verde menyambut suka cita keberhasilan ini.

Pemerintah bahkan memberikan izin kerja setengah hari agar masyarakat bisa menyaksikan laga bersejarah tersebut.

Pedro “Bubista” Leitao Brito, pelatih yang menukangi tim sejak 2020, menjadi kunci sukses Cape Verde. Ia dikenal disiplin dan mampu membangun tim secara berkelanjutan.

Konsistensi Bubista membuat skuad Blue Sharks semakin solid. Mayoritas pemain Cape Verde juga berkarier di luar negeri, membawa pengalaman dan profesionalisme.

“Motivasi untuk menjadi yang pertama dan mempertahankannya sangat penting,” kata bek Roberto Lopes, menekankan semangat juang timnya.

Meski hanya menduduki peringkat ke-70 FIFA, Cape Verde tampil gemilang di kualifikasi. Mereka memuncaki Grup D zona Afrika, unggul empat poin dari Kamerun.

Ini adalah pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Cape Verde, yang pertama kali tampil di pentas internasional pada 1978.

Ribuan warga turun ke jalan merayakan kemenangan ini. Presiden Cape Verde pun turut hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Dengan populasi hanya sekitar 524 ribu jiwa, Cape Verde menjadi inspirasi bagi negara-negara kecil lainnya di Afrika. Mereka membuktikan bahwa kerja keras dan semangat pantang menyerah dapat membawa negara kecil ke panggung dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *