Sepang – Penyelenggara MotoGP dikecam keras oleh pembalap dan publik terkait penanganan informasi kecelakaan dua pembalap Moto3 di Sirkuit Sepang, Malaysia. MotoGP dinilai tidak transparan dalam memberikan informasi.
Kritik muncul setelah penyelenggara dianggap terburu-buru menyatakan kondisi pembalap baik-baik saja, padahal fakta di lapangan berbeda.
Dua pembalap muda, Jose Antonio Rueda (Spanyol) dan Noah Dettwiler (Swiss), mengalami kecelakaan hebat saat sesi sighting lap menjelang balapan Moto3. Keduanya terpental dari motor.
Laporan awal menyebutkan Rueda mengalami patah tulang tangan dan gegar otak, sementara Dettwiler cedera berat. Namun, informasi selanjutnya menyebutkan keduanya sempat mengalami henti jantung sebelum mendapat pertolongan medis.
Informasi henti jantung ini tidak tercantum dalam laporan resmi pertama MotoGP. Hal ini memicu kemarahan karena dianggap menyesatkan.
Juara dunia MotoGP dua kali, Francesco “Pecco” Bagnaia, mengecam keras penanganan insiden ini. Ia menilai keputusan melanjutkan balapan dan menyembunyikan kondisi sebenarnya sebagai tindakan tidak manusiawi.
“Ada desakan untuk mengumumkan bahwa semuanya baik-baik saja, tetapi kenyataannya tidak demikian,” kata Bagnaia.
Pembalap lain juga menyuarakan hal serupa. Mereka menilai MotoGP harus lebih berhati-hati dalam mengumumkan kondisi pembalap, terutama jika masih kritis.
Hingga saat ini, Dorna Sports selaku penyelenggara MotoGP belum memberikan klarifikasi detail. Mereka hanya menyatakan protokol medis telah dijalankan dan kondisi kedua pembalap dalam pemantauan intensif di rumah sakit.











