Milan – Dewan Kota Milan telah menyetujui penjualan area Stadion San Siro kepada AC Milan dan Inter Milan. Keputusan ini membuka jalan bagi pembangunan stadion baru berkapasitas 71.500 penonton yang ditargetkan selesai pada 2031.

Persetujuan diberikan pada Senin (29/9) malam waktu Italia dan memberikan tenggat waktu hingga 10 November 2025 untuk menyelesaikan proses pembelian.

Tanggal tersebut krusial, karena jika Stadion Giuseppe Meazza berstatus monumen sejarah sebelum transaksi selesai, stadion legendaris itu tidak bisa dirobohkan.

Dengan rencana ini, Milan dan Inter dapat terus bermain di San Siro saat ini hingga stadion baru berdiri di area parkir Meazza. Pembangunan diproyeksikan dimulai pada paruh pertama 2027 dan selesai empat tahun kemudian, tepat sebelum Euro 2032.

Setelah stadion baru selesai, mayoritas bangunan San Siro yang lama akan dirobohkan. Namun, sebagian sudut Tenggara termasuk bagian Curva Sud akan tetap dipertahankan sebagai simbol sejarah.

Pembongkaran akan dilakukan bertahap, mulai dari atap dan tingkat ketiga, lalu bergerak ke bawah menggunakan mesin hidrolik raksasa.

Nilai pembelian area San Siro mencapai €197 juta (Rp 3,8 triliun), sedangkan total proyek stadion baru ditaksir sekitar €1,2 miliar (Rp 23 triliun). Kedua klub berbagi biaya pembangunan, dengan menggandeng arsitek Foster + Partners dan MANICA.

Stadion ini dijanjikan menjadi ikon arsitektur baru sekaligus simbol semangat sepak bola Milan.

“AC Milan dan FC Internazionale Milano menyambut gembira persetujuan Dewan Kota atas penjualan San Siro dan area sekitarnya,” tulis kedua klub dalam pernyataan bersama.

“Ini langkah bersejarah bagi masa depan klub dan kota. Dengan penuh keyakinan, kami menatap proses berikutnya menuju terciptanya stadion baru berstandar internasional—ikon arsitektur kelas dunia sekaligus simbol gairah sepak bola global,” lanjut pernyataan tersebut.

San Siro pertama kali menggelar laga pada 19 September 1926 dalam derby Milan yang dimenangkan Inter 6-3. Awalnya stadion ini hanya milik Milan, namun sejak 1947–1948 Inter ikut berbagi markas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *