Enschede – Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, didorong untuk membawa konfliknya dengan FC Twente ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Saran ini datang dari pengacara asal Belanda, Andre Brantjes, yang menilai jalur hukum adalah opsi terbaik bagi Hilgers.

“Jika saya jadi Hilgers, saya akan membawa kasus ini ke CAS dan meminta pemutusan kontrak serta menuntut FC Twente membayar gajinya,” kata Brantjes, seperti dikutip dari Twente Insite.

Brantjes menilai Hilgers dirugikan karena tidak diberi kesempatan bermain.

Konflik ini bermula dari gagalnya transfer Hilgers pada bursa transfer awal musim. FC Twente gagal mencapai kesepakatan dengan klub peminat.

Padahal, kontrak Hilgers baru akan berakhir pada Juni 2026, dan ia sudah menolak perpanjangan kontrak.

Situasi memanas setelah pelatih John van den Brom menyatakan tidak akan memainkan Hilgers sampai masalah selesai.

Akibatnya, Hilgers belum sekalipun bermain dalam enam pekan Eredivisie 2025/2026.

Brantjes menilai Hilgers memiliki posisi hukum yang kuat, merujuk pada Pasal 611 Kode Sipil Belanda yang mengatur hak pekerja dan kewajiban pemberi kerja.

“Pasal 611 dalam Kode Sipil menyatakan kedua pihak harus menjadi pemberi kerja dan penerima kerja yang baik. Van den Brom melakukan kesalahan,” tegasnya.

Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Belanda (VVCS) juga menyoroti kasus ini. Mereka menilai sikap FC Twente membekukan Hilgers sebagai bentuk perundungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *