Las Vegas – Dukungan Floyd Mayweather terhadap Israel di tengah konflik Gaza menuai kecaman luas. Pernyataan kontroversial sang legenda tinju memicu reaksi keras di media sosial.
Mayweather menyatakan dukungan penuhnya saat menghadiri konferensi Republican Jewish Coalition di Las Vegas.
“Saya seratus persen bersama Israel,” tegas Mayweather. “Saya akan selalu menjadi suara bagi rakyat Israel. Saya akan selalu berdiri di belakang negara Israel.”
Pernyataan tersebut memicu gelombang kritik dari warganet yang menilai Mayweather tidak memahami situasi kemanusiaan di Gaza.
“Mayweather bahkan tidak tahu apa yang sedang dia bicarakan,” tulis seorang warganet.
Komentar lain menimpali, “Saya rasa Mayweather tidak bisa menunjukkan di mana Israel berada di peta.”
Kecaman terhadap Mayweather muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 60.000 orang, termasuk 17.000 anak-anak, tewas akibat serangan Israel sejak Oktober 2023.
Komisi PBB bahkan menyimpulkan bahwa tindakan Israel memenuhi kriteria genosida dan kondisi di Gaza telah mencapai ambang kelaparan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menghadapi dakwaan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Mayweather sendiri telah beberapa kali mengunjungi Israel sejak perang Gaza dimulai. Dalam kunjungan Oktober 2024, ia menyebut Bandara Ben Gurion di Tel Aviv sebagai “rumah kedua”.
Dukungan terbuka Mayweather kepada Israel di tengah tragedi kemanusiaan di Gaza dinilai banyak pihak telah merusak reputasinya.











