Sport
Rabu, 14 Januari 2026 – 18:00 WIB
Jakarta, VIVA – kabar kurang menggembirakan datang dari sektor ganda campuran Indonesia. Pasangan Marwan Faza dan Aisyah Salsabila Putri Pranata dipastikan tidak akan tampil di dua turnamen awal tahun, yakni Daihatsu Indonesia Masters 2026 dan Thailand Masters 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah Marwan Faza mengalami gangguan serius pada penglihatan mata kanannya usai tampil di Malaysia Open 2026. Kondisi tersebut membuat tim pelatih dan tim medis PBSI sepakat untuk memprioritaskan pemulihan sang atlet.
Pelatih ganda campuran Indonesia, Rionny Mainaky, menjelaskan bahwa keputusan ini murni demi keselamatan dan kesehatan jangka panjang atlet. Ia mengungkapkan bahwa mata kanan Faza mengalami penglihatan kabur dan buram setelah turnamen di Malaysia.
“Keputusan ini saya ambil untuk pemulihan mata Faza sebelah kanan yang kabur dan buram setelah Malaysia Open 2026 kemarin,” ujar Rionny Mainaky dikutip dalam keterangan PBSI, Rabu 14 Januari 2026.
Menurut Rionny, Faza sudah melapor ke tim medis dan langsung menjalani pemeriksaan serta tindakan medis lanjutan. Dari hasil tersebut, dokter merekomendasikan agar Faza beristirahat sementara dari aktivitas pertandingan.
“Faza sudah melapor ke dokter dan sudah dilakukan pemeriksaan serta tindakan medis. Lalu direkomendasikan untuk istirahat,” lanjutnya.
Penjelasan lebih detail disampaikan oleh dokter PBSI, dr Hasna HM. Ia menyebut keluhan Faza sebenarnya sudah muncul sejak turnamen Malaysia Open, di mana penglihatannya terganggu secara signifikan.
“Saat di Malaysia Open, Faza mengeluhkan sebelah mata kanannya buram sampai tidak bisa melihat jika hanya satu mata,” kata dokter Hasna.
Setelah kembali ke Indonesia, pemeriksaan lanjutan menunjukkan adanya indikasi masalah serius pada mata Faza. Tekanan bola mata atlet tersebut tercatat jauh di atas batas normal.
Saat kembali ke Indonesia, Faza langsung menjalani pemeriksaan lanjutan. Hasilnya, tim medis menemukan adanya peradangan pada saraf mata kanan dengan tekanan bola mata mencapai angka 38, jauh di atas batas normal yang berada di bawah 20. Kondisi tersebut mengarah pada indikasi glaukoma.
Berdasarkan temuan itu, tim medis PBSI mengambil langkah preventif dengan menghentikan sementara aktivitas pertandingan Faza hingga kondisi penglihatannya kembali normal. Faza pun direkomendasikan untuk menjalani masa istirahat demi memaksimalkan proses pemulihan.
Halaman Selanjutnya
Absennya pasangan Faza dan Aisyah di dua turnamen awal musim 2026 tersebut tentu menjadi kerugian bagi sektor ganda campuran Indonesia. Meski demikian, PBSI menegaskan bahwa aspek kesehatan atlet tetap menjadi prioritas utama dibandingkan mengejar target jangka pendek.











