Jakarta Barat – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Marciano Norman, menegaskan bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan program strategis yang sangat penting dalam pembangunan olahraga di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan saat Marciano membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2026 di Hotel Pullman Central Park, Kamis (21/5/2026).
Marciano menjelaskan bahwa PON bukan hanya sekadar ajang olahraga multi-event, melainkan puncak dari pembinaan prestasi olahraga yang melibatkan seluruh elemen olahraga nasional, mulai dari KONI pusat, KONI daerah, hingga induk cabang olahraga. Ia menegaskan, “PON adalah tanggung jawab bersama bangsa Indonesia dalam mencetak prestasi olahraga.”
Selain PON utama yang rutin digelar setiap empat tahun sejak 1948, KONI kini mengembangkan berbagai event baru seperti PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor, dan PON Remaja. Inovasi ini bertujuan memperluas pembinaan atlet sekaligus memberikan ruang kompetisi yang lebih luas bagi para atlet di berbagai cabang olahraga.
Marciano juga mengungkapkan keberhasilan program pembinaan olahraga sepanjang 2025 yang tercermin dari prestasi atlet Indonesia di berbagai ajang internasional, termasuk keberhasilan finis di posisi kedua SEA Games Thailand 2025. “Ini menjadi bukti bahwa sistem pembinaan dari level klub hingga nasional mulai berjalan efektif,” ujarnya.
KONI memberikan apresiasi kepada atlet, pelatih, ofisial, induk cabang olahraga, dan KONI daerah yang berkontribusi besar terhadap kemajuan olahraga nasional. Salah satu agenda yang dianggap sukses adalah penyelenggaraan PON Bela Diri I 2025 di Kudus, yang mempertandingkan 10 cabang olahraga bela diri.
Ke depan, KONI menyiapkan sejumlah agenda besar, seperti PON Pantai 2026 yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PON Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara. Selain fokus pada prestasi, KONI juga memperluas peran olahraga sebagai alat diplomasi internasional, contohnya pelatihan atlet petanque Timor Leste di Universitas Negeri Surabaya dan pelatihan atlet voli pasukan pengamanan perdana menteri Kamboja.
Persiapan PON XXII 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian venue di Jakarta menjadi fokus utama KONI saat ini. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengembangkan olahraga nasional dan meningkatkan prestasi atlet Indonesia di kancah internasional.











