Jakarta – Pengamat sepak bola Belanda, Valentijn Driessen, mengecam keras kinerja Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia. Driessen menyebut Kluivert gagal total dan tak pantas lagi memimpin Skuad Garuda.

Kritik pedas itu disampaikan Driessen melalui kolomnya di media Belanda, De Telegraaf. Ia membandingkan Kluivert dengan putranya, Justin Kluivert, yang justru bersinar bersama Timnas Belanda.

“Justin Kluivert tengah berlari kencang bersama Timnas Belanda, sementara ayahnya, Patrick (Kluivert) gagal lolos Piala Dunia bersama Timnas Indonesia,” tulis Driessen.

Driessen menyoroti kegagalan Indonesia memaksimalkan keuntungan memiliki banyak staf pelatih asal Belanda. Selain Kluivert, ada nama-nama lain seperti Alex Pastoor, Denny Landzaat, Jordi Cruyff, dan Regi Blinker.

“Indonesia tidak bisa memaksimalkan keuntungan itu. Meskipun didukung oleh pelatih-pelatih Belanda termasuk Patrick Kluivert, Alex Pastoor, dan Denny Landzaat, pemain, fisioterapis, penasihat Jordy Cruyff, dan pengembang tim Regi Blinker, negara itu tersingkir oleh Irak,” lanjutnya.

Menurut Driessen, kekalahan dari Irak membuktikan Kluivert gagal mengelola potensi tim dengan baik. Ia bahkan memprediksi pemecatan Kluivert dan staf pelatih Belanda lainnya.

“Performa yang buruk melawan lawan yang jauh lebih lemah. Hal ini niscaya akan berujung pada hari pemecatan. Dan mayoritas staf pelatih Belanda akan segera dipaksa meninggalkan lapangan di Jakarta. Mereka akan dianggap tidak layak,” tegasnya.

Media Belanda lainnya, Voetbal Primeur, juga menyoroti kegagalan Timnas Indonesia menembus putaran kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka mengutip pernyataan Driessen yang menilai Kluivert dan timnya gagal total meski diperkuat banyak tenaga dari Belanda.

Kritik ini menyoroti banyaknya nama asal Belanda di tubuh Timnas Indonesia, mulai dari pelatih utama hingga jajaran staf. Selain nama-nama yang telah disebutkan, ada pula Alexander Zwiers sebagai direktur teknik, Simon Tahamata sebagai kepala pemandu bakat, dan Gerald Vanenburg yang sempat menangani Timnas U-23.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *