Milan – Komite Olimpiade Internasional (IOC) membuka peluang bagi Rusia untuk kembali berkompetisi di Olimpiade Los Angeles 2028. Presiden IOC, Kirsty Coventry, menekankan pentingnya olahraga sebagai arena netral yang bebas dari intervensi politik.
Coventry menyatakan, IOC memahami kompleksitas politik global namun tetap memprioritaskan netralitas olahraga. “Inti dari pekerjaan kami adalah olahraga. Itu berarti menjaga olahraga sebagai lahan netral, tempat setiap atlet dapat berkompetisi secara bebas tanpa dibatasi oleh politik atau perpecahan pemerintah mereka,” ujarnya.
Pernyataan ini disampaikan dalam Kongres IOC ke-145 di Milan, Italia. Coventry berharap Rusia dapat kembali berpartisipasi dalam kompetisi internasional, termasuk sepak bola. Ia menegaskan bahwa olahraga seharusnya menjadi ruang yang memungkinkan atlet berkompetisi tanpa hambatan kebijakan pemerintah.
Sejak Februari 2022, Rusia menghadapi larangan partisipasi dalam berbagai kompetisi internasional di bawah FIFA dan UEFA. Tim olahraga Rusia hanya diizinkan mengikuti pertandingan persahabatan dan absen dari Olimpiade Paris 2024.
Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya juga sempat menyatakan bahwa larangan tersebut kurang efektif dan perlu dievaluasi, terutama untuk kompetisi usia muda. Namun, hingga kini belum ada keputusan resmi dari FIFA maupun IOC mengenai status partisipasi Rusia di Olimpiade 2028.
Coventry menilai prinsip netralitas olahraga semakin krusial di tengah meningkatnya polarisasi global untuk menjaga Olimpiade sebagai ajang inspirasi dan persatuan dunia. Pernyataannya dipahami merujuk pada pengucilan Rusia pasca-invasi ke Ukraina pada 2022. Pada Olimpiade Paris 2024, hanya 15 atlet asal Rusia yang diizinkan bertanding sebagai “atlet individu netral”.
Anggota IOC asal Rusia, Shamil Tarpischev, menyambut positif pernyataan Coventry. Ia menilai hubungan antara Rusia dan IOC telah menunjukkan perbaikan signifikan. “Dalam pidato itu ditekankan bahwa unsur politik seharusnya tidak memainkan peran. Olahraga adalah tentang inspirasi dan masa depan. Sejauh ini, prosesnya berjalan dengan baik dan terhormat, meskipun masih banyak diskusi yang harus dilakukan,” kata Tarpischev.
Tarpischev juga menyatakan dukungannya terhadap pandangan Infantino dan menegaskan komunikasi dengan pimpinan FIFA tetap terjalin.











