Milan – Inter Milan menghadapi tugas berat pada leg kedua playoff 16 besar Liga Champions. Tim berjuluk Nerazzurri ini harus bangkit dari kekalahan 1-3 pada leg pertama melawan Bodo/Glimt untuk membalikkan defisit dua gol. Pertandingan krusial ini akan digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, pada Rabu (25/2/2026) dini hari WIB.

Inter Milan hanya memiliki dua pilihan: meraih kemenangan dan lolos ke babak selanjutnya, atau tersingkir dan mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi ini. Situasi ini menjadi ironi mengingat Inter merupakan finalis Liga Champions musim lalu.

Pelatih Inter, Cristian Chivu, menyatakan timnya telah melakukan evaluasi mendalam terhadap kesalahan yang terjadi pada leg pertama. “Kami sudah mengevaluasi kesalahan pada leg pertama dan, mungkin, menyederhanakan beberapa hal. Kami tenang dan fokus. Kami mengetahui kualitas kami,” ujar Chivu.

Meskipun kehilangan kapten Lautaro Martinez akibat cedera, Chivu tetap optimistis. Ia menegaskan bahwa Inter memiliki banyak pemimpin di ruang ganti yang mampu mengambil alih peran. Musim ini, Inter menunjukkan konsistensi, ketajaman, dan permainan kolektif yang solid. Rata-rata mencetak lebih dari dua gol per laga menjadi hal yang lumrah bagi tim ini, bahkan 17 pemain berbeda telah mencatatkan nama di papan skor, menunjukkan bahwa ancaman gol dapat datang dari siapa saja.

Namun, Chivu menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dalam permainan. Gol cepat memang krusial untuk membalikkan keadaan, tetapi hal tersebut tidak boleh mengorbankan rencana permainan tim. “Kami tidak boleh merusak rencana permainan. Kami membutuhkan hasil, tetapi itu harus diraih tanpa kehilangan keseimbangan dan kepercayaan diri. Sepak bola itu tidak bisa diprediksi,” tegas pelatih asal Rumania tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *