Jakarta – Kontingen Indonesia menempati peringkat ke-13 dalam ajang Islamic Solidarity Games (ISG) Riyadh 2025.
Total 25 medali berhasil diraih oleh Tim Merah Putih.
Rinciannya adalah empat medali emas, 12 medali perak, dan sembilan medali perunggu.
ISG Riyadh 2025 diikuti oleh 57 negara peserta.
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Endri Erawan, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian tersebut.
“Meskipun jumlah kontingen minimalis, mereka menunjukkan kemampuan maksimal dan berjuang dengan sepenuh hati,” ujar Endri pada Sabtu (22/11/2025).
Endri berharap hasil ini dapat memotivasi para atlet Indonesia untuk terus berjuang di kancah olahraga dunia.
Peringkat Indonesia kali ini mengalami penurunan dibandingkan ISG Konya 2021 di Turki, di mana Indonesia menduduki posisi ketujuh.
Pada ISG Konya 2021, Indonesia berhasil meraih 13 emas, 14 perak, dan 29 perunggu dengan mengirimkan 87 atlet untuk 13 cabang olahraga.
Sementara itu, di ISG Riyadh, Indonesia hanya mengirimkan 39 atlet yang berlaga di tujuh cabang olahraga.
Keikutsertaan Indonesia pada ISG Riyadh 2025 tidak dengan kekuatan penuh karena sejumlah atlet fokus pada persiapan menuju SEA Games 2025 di Thailand.
Berikut adalah klasemen 13 besar ISG Riyadh 2025:
- Turki (72 emas, 44 perak, 39 perunggu)
- Uzbekistan (29 emas, 35 perak, 32 perunggu)
- Iran (29 emas, 19 perak, 31 perunggu)
- Saudi Arabia (18 emas, 12 perak, 27 perunggu)
- Mesir (17 emas, 11 perak, 17 perunggu)
- Bahrain (16 emas, 11 perak, 7 perunggu)
- Kazakhstan (15 emas, 20 perak, 21 perunggu)
- Nigeria (11 emas, 12 perak, 7 perunggu)
- Maroko (10 emas, 7 perak, 9 perunggu)
- Azerbaijan (9 emas, 19 perak, 31 perunggu)
- Uni Emirat Arab (6 emas, 7 perak, 14 perunggu)
- Aljazair (5 emas, 8 perak, 21 perunggu)
- Indonesia (4 emas, 12 perak, 9 perunggu)
Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah melepas 123 atlet untuk Asian Youth Games (AYG) Bahrain 2025 dan 38 atlet untuk ISG Riyadh 2025 pada Jumat (17/10/2025) di Jakarta.











