Horsens – Tim Uber Indonesia harus puas membawa pulang medali perunggu setelah kalah 1-3 dari Korea Selatan pada babak semifinal Piala Uber 2026 di Forum Horsens, Sabtu malam, 2 Mei 2025. Kekalahan ini menutup peluang Indonesia untuk melaju ke final dan merebut gelar juara.
Kendati skor akhir menjadi penentu, sejumlah faktor krusial turut memengaruhi hasil pertandingan. Tekanan permainan yang terorganisir dengan baik dari tim Korea Selatan, inkonsistensi performa para pemain Indonesia, serta kurangnya pengalaman menghadapi situasi tekanan tinggi menjadi penyebab utama kekalahan tim Merah Putih.
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, mengungkapkan kesulitannya mengimbangi ritme permainan lawan, An Se Young. “Di gim pertama saya cukup puas karena bisa mengimbangi permainan An Se Young yang memainkan ritme dengan sangat baik. Dia tidak terlalu menyerang, hanya bola atasnya yang lebih menekan,” ujarnya. Namun, di gim kedua, perubahan kecepatan permainan An Se Young membuat Putri kesulitan keluar dari tekanan. “Dia sudah membaca pola permainan saya sejak bola pertama,” tambahnya.
Selain itu, penurunan konsentrasi di momen-momen penting juga menjadi kendala bagi wakil Indonesia. Ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma dan Amallia Cahaya Pratiwi mengakui bahwa fokus mereka sempat menurun saat menghadapi pasangan Korea Baek Ha Na dan Lee So Hee. “Pertandingan cukup ramai dan lama, dan ada beberapa poin di mana fokus kami turun sehingga pengembalian bola menjadi salah,” kata Febriana. Di gim penentuan, lawan bahkan mampu mempercepat tempo permainan secara tiba-tiba, yang membuat posisi mereka terus tertekan.
Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi tim Uber Indonesia untuk meningkatkan konsentrasi dan pengalaman dalam menghadapi tekanan di pertandingan-pertandingan penting mendatang.










