Enschede – Pelatih Twente, Joseph Oosting, berada di bawah tekanan besar akibat performa buruk tim di awal musim 2025-2026. Isu transfer bek timnas Indonesia, Mees Hilgers, yang ingin meninggalkan klub, memperburuk situasi.

Keputusan Oosting mencoret Hilgers dari skuad berdampak signifikan pada performa Twente. Mereka hanya mampu mengumpulkan tiga poin dari empat pertandingan pertama Liga Belanda.

Rentetan hasil negatif ini memicu spekulasi mengenai potensi pemecatan Oosting. Suporter dikabarkan mulai kehilangan kepercayaan pada pelatih berusia 53 tahun tersebut.

Twente mengawali musim dengan kekalahan 0-1 di kandang melawan Zwolle, diikuti kekalahan 0-2 saat menjamu PSV. Sempat meraih kemenangan 2-1 atas Heerenveen, mereka kembali menelan kekalahan dari tim promosi Excelsior dengan skor tipis.

“Pertahanan kami buruk,” ujar Oosting usai kekalahan terakhir.

Ia menambahkan, “Mereka memiliki tembakan yang hebat. Setelah kartu merah, Van Wolfswinkel menciptakan dua peluang. Ini sangat mengecewakan dan benar-benar buruk.”

Oosting ditunjuk sebagai pelatih Twente pada tahun 2023. Pada musim pertamanya, ia berhasil membawa tim finis di posisi ketiga Eredivisie, dan menempati peringkat keenam pada musim 2024-2025.

Selama masa kepelatihannya di Twente, Oosting telah memainkan Hilgers sebanyak 69 kali. Kini, Hilgers menjadi sorotan utama dalam drama transfer musim ini.

Twente kini berada di persimpangan jalan, dan Oosting menghadapi tantangan terberat dalam kariernya di Enschede.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *