Jakarta – Bek Deportivo Alaves, Facundo Garces, menghapus bendera Malaysia dari bio Instagram pribadinya setelah dijatuhi sanksi larangan bermain selama setahun oleh FIFA. Sanksi ini merupakan imbas dari keterlibatannya dalam skandal pemalsuan dokumen pemain naturalisasi Malaysia.
Pemain berusia 26 tahun itu sebelumnya dengan bangga menyatakan dirinya sebagai orang Malaysia dan mengaku memiliki darah Malaysia dari neneknya. Ia bahkan sempat mengungkapkan kebanggaannya bisa membela timnas Malaysia.
Namun, setelah sanksi FIFA dijatuhkan, Garces menghapus bendera Malaysia dari profil Instagramnya. Tindakan ini memicu spekulasi dari media Vietnam, Thethao247, yang mempertanyakan alasan perubahan tersebut.
Thethao247 menduga bahwa Garces mungkin ingin mengundurkan diri dari sepak bola Malaysia setelah skandal naturalisasi itu terungkap. “Situasi semakin membingungkan karena baru-baru ini setelah hukuman FIFA dijatuhkan, Garces tiba-tiba mencopot bendera Malaysia, membuat publik semakin skeptis,” tulis laporan Thethao247.
Selain itu, Thethao247 juga menyoroti perbedaan data kewarganegaraan Garces antara klubnya, Deportivo Alaves, dan LaLiga. LaLiga mencantumkan kewarganegaraan Garces sebagai Malaysia, sementara klub tetap mencatatnya sebagai warga negara Argentina.
“Detail mengejutkan dan sangat membingungkan tentang kasus seorang bintang yang dinaturalisasi di Malaysia,” tulis Thethao247. Perbedaan data ini menimbulkan potensi pelanggaran peraturan FIFA terkait perubahan kewarganegaraan dan ketersediaan untuk tim nasional.










