Jakarta – FIFA gencar mendorong penggunaan Football Video Support (FVS) untuk membantu wasit di liga domestik yang memiliki keterbatasan sumber daya. Sistem ini dirancang khusus untuk liga kasta bawah dengan teknologi terbatas.

Uji coba FVS diperluas ke kompetisi non-FIFA setelah disetujui dalam Rapat Umum Tahunan ke-139 The International Football Association Board.

“Persetujuan ini membuka peluang bagi Asosiasi Anggota untuk mengadopsi solusi terpilih yang dikembangkan melalui FIFA Innovation Challenge,” tulis FIFA dalam pernyataan resminya, Selasa (7/10/2025).

FVS dirancang agar hemat biaya dan mudah diadaptasi. Sistem ini ideal untuk liga kecil atau kompetisi usia muda yang kesulitan menerapkan Video Assistant Referee (VAR).

Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan FVS bukanlah modifikasi VAR. Sistem ini bertujuan memberikan solusi teknologi terjangkau bagi liga domestik dengan infrastruktur terbatas.

“FVS tidak boleh dianggap sebagai VAR atau versi modifikasinya, karena tidak melibatkan petugas video yang memantau setiap insiden,” kata Collina.

FVS memungkinkan wasit meninjau keputusan krusial hanya dengan satu atau dua kamera di stadion. Peninjauan dilakukan atas permintaan pelatih kepala atau ofisial tim.

Implementasi FVS telah menunjukkan hasil positif di beberapa negara. Serie C di Italia menjadi pelopor dengan menerapkan FVS secara penuh waktu. Liga F dan Primera Federacion di Spanyol juga telah mengadopsi sistem ini.

FIFA berencana memperluas uji coba ke lebih banyak Asosiasi Anggota pada akhir 2025 atau awal 2026. Saat ini, sekitar sepuluh asosiasi sedang menyiapkan rencana implementasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *