Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberi ultimatum kepada empat cabang olahraga (cabor) terkait dualisme kepengurusan. Tenis meja, anggar, tinju, dan sepak takraw diminta segera menyelesaikan konflik internal sebelum akhir 2025.
Erick Thohir menegaskan penyelesaian dualisme ini krusial. Tujuannya, menata ulang tata kelola olahraga prestasi di Indonesia.
“Masalah dualisme ini harus segera diselesaikan,” kata Erick, Rabu (5/11/2025). “Setelah itu baru kita bisa konsolidasi Desain Besar Olahraga Nasional.”
Kemenpora telah mengirimkan surat resmi kepada Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pada 1 Oktober 2025. Surat itu berisi permintaan agar KOI dan KONI berperan aktif mendorong penyelesaian dualisme melalui musyawarah.
Pemerintah memberi waktu tiga bulan, hingga akhir Desember 2025, untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Jika tidak tuntas, Kemenpora akan mengambil langkah tegas.
“Tiga bulan adalah waktu yang cukup untuk menyelesaikan sengketa ini,” tegas Erick. “Jika sampai akhir tahun tidak selesai, Kemenpora akan mengambil langkah tegas.”
Erick mengingatkan semua pihak mengesampingkan ego dan kepentingan pribadi. Ia menekankan atlet telah terlalu lama menjadi korban konflik internal.











