Bali – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menyatakan komitmen kuat untuk mendukung pengembangan pencak silat di Timor Leste. Dukungan ini bertujuan memperluas jangkauan seni bela diri asli Indonesia agar semakin dikenal dan berkembang di kancah internasional.

Erick mengungkapkan hal tersebut saat bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Timor Leste, Nelyo Isaac Sarmento, dalam pertemuan bilateral di sela acara SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 di Bali, Selasa (5/5). Ia menegaskan, “Di Timor Leste, pencak silat menjadi salah satu olahraga populer dan kami siap mendukungnya.”

Dalam pertemuan itu, kedua menteri membahas peluang kerja sama strategis untuk mengangkat pencak silat sebagai identitas budaya Indonesia. Erick juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat industri olahraga yang diyakini dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi kedua negara.

Selain fokus pada pencak silat, Erick membawa visi besar untuk kawasan Asia Tenggara. Ia mengajak para menteri pemuda dan olahraga ASEAN untuk menciptakan ajang olahraga internasional di luar kalender SEA Games guna mempererat kerja sama regional.

Menurut Erick, dengan populasi mencapai 650 juta jiwa dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, Asia Tenggara memiliki potensi besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis olahraga (sport tourism). Ia mencontohkan keberhasilan maraton dunia di London, Boston, New York, dan Tokyo yang mampu menarik peserta global sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Kenapa Asia Tenggara tidak punya maraton sendiri? Bisa melibatkan Singapura, Timor Leste, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan lainnya agar tercipta sinergi program olahraga,” ujar Erick.

Erick berharap sinergi ini dapat menjadikan industri olahraga sebagai pilar penting dalam pembangunan ekonomi kawasan Asia Tenggara ke depan. Ia juga mendorong transformasi besar dalam penyelenggaraan SEA Games agar tidak hanya menjadi ajang perebutan medali semata, melainkan juga sebagai wadah pengembangan olahraga dan kolaborasi regional yang lebih bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *