Jakarta – Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) tengah menyelidiki serangkaian dugaan pelecehan rasis yang menimpa para pemain sepak bola. Pelecehan terjadi di stadion dan dunia maya.
Insiden ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak.
Mainz menyatakan akan mendukung pemainnya yang menjadi korban pesan rasis untuk menempuh jalur hukum. Hal ini disampaikan pada Selasa (19/8/2025).
Keputusan ini diambil setelah pemain sayap asal Prancis, Arnaud Nordin, menerima pesan rasis.
Ibu dari gelandang Jerman, Nadiem Amiri, yang berdarah Afghanistan, juga menjadi sasaran penghinaan seksis dan xenofobia.
“Tidak ada kata-kata lagi untuk orang-orang seperti ini,” tulis Amiri, pencetak gol tunggal kemenangan Mainz atas Dynamo Dresden, dalam unggahannya.
Mainz menegaskan, “Tidak ada tempat untuk rasisme, agitasi, dan kebencian di internet, di stadion, atau di mana pun.”
Insiden serupa juga menimpa pemain Rot-Weiss Essen, Kelsey Owusu.
Klub menonaktifkan kolom komentar di unggahan Instagram mereka usai kekalahan dari Borussia Dortmund akibat “permusuhan rasis” yang ditujukan kepada Owusu.
Owusu bahkan sampai menonaktifkan akun Instagram pribadinya karena banyaknya hinaan diskriminatif yang ia terima.
“Kami meminta maaf kepada Yan Couto dan mendoakan yang terbaik untuknya. Pada saat yang sama, kami ingin menegaskan: kesalahan di lapangan tidak boleh menjadi alasan untuk kebencian, agitasi, dan permusuhan rasis,” tegas anggota dewan Rot-Weiss Essen, Alexander Rang.
DFB menyatakan tengah menyelidiki dua insiden pelecehan rasis di stadion.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengecam keras tindakan tersebut sebagai “tidak dapat diterima”.
Polisi juga turut menyelidiki setidaknya satu insiden tersebut.











