Padang – Chelsea secara resmi mengakhiri kerja sama dengan Enzo Maresca sebagai pelatih kepala per Kamis (1/1/2026). Keputusan ini diambil di tengah performa tim yang menurun dan konflik internal antara Maresca dan manajemen klub.
Dalam pengumuman resminya, Chelsea menyatakan bahwa perpisahan ini telah disepakati oleh kedua belah pihak. “Klub Sepak Bola Chelsea dan Pelatih Kepala Enzo Maresca telah berpisah,” demikian pernyataan klub.
Chelsea mengapresiasi kontribusi Maresca selama masa jabatannya, termasuk keberhasilan memimpin tim meraih kesuksesan di Liga Konferensi UEFA dan Piala Dunia Klub FIFA. “Prestasi tersebut akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah Klub terakhir, dan kami berterima kasih atas kontribusi yang dilakukannya kepada Klub,” lanjut pernyataan tersebut.
Namun, dengan tujuan utama untuk kembali bermain di Liga Champions, Chelsea dan Maresca sepakat bahwa perubahan adalah langkah terbaik. “Dengan tujuan kunci masih bermain di empat kompetisi termasuk kualifikasi untuk sepak bola Liga Champions, Enzo dan Klub percaya perubahan memberikan tim kesempatan terbaik untuk mendapatkan musim kembali ke jalurnya,” jelas klub.
Ketegangan antara Maresca dan manajemen Chelsea disebut-sebut memuncak dalam beberapa waktu terakhir. Performa The Blues yang menurun sepanjang Desember 2025 menjadi salah satu pemicunya. Dari delapan pertandingan terakhir, Chelsea hanya mampu meraih dua kemenangan, tiga kali imbang, dan tiga kali menelan kekalahan.
Pernyataan kontroversial Maresca usai laga melawan Everton pada 13 Desember lalu, yang menyebut “48 jam terburuk” selama menangani Chelsea, juga memperburuk situasi. Hal ini membuat petinggi klub merasa tertekan.
Manajemen Chelsea menginginkan Maresca fokus untuk meningkatkan performa tim dengan pemain yang telah disediakan. Namun, Maresca merasa bahwa pendapatnya sebagai pelatih seharusnya lebih diperhatikan, terutama terkait kebutuhan mendesak mendatangkan bek baru setelah cedera Levi Colwill.
Setelah pemutusan kontrak Maresca, Chelsea kini tengah mencari penggantinya. Beberapa nama yang dipertimbangkan antara lain Liam Rosenior (Strasbourg), Cesc Fabregas (Como), dan Filipe Luis (Flamengo).
Kepergian Maresca dari Chelsea juga memunculkan spekulasi bahwa ia akan menjadi pengganti Pep Guardiola di Manchester City. Maresca memiliki kedekatan dengan The Citizens karena pernah bekerja di akademi klub dan menjadi asisten Guardiola.











