Padang – Borneo FC melepas salah satu pemain kunci di tengah persaingan ketat papan atas Super League. Kepergian ini menimbulkan kekhawatiran akan performa tim di sisa musim kompetisi.
Klub berjuluk Pesut Etam, yang kini berada di peringkat kedua dengan 34 poin, harus rela melepas Fajar Fathurrahman yang kontraknya habis per Desember 2025.
Padahal, Borneo FC sempat tampil menjanjikan dengan meraih 11 kemenangan beruntun di awal musim. Namun, performa mereka menurun dalam tiga laga terakhir, hanya meraih satu poin dari sembilan poin yang mungkin.
Di sisi lain, Borneo FC mendatangkan Marcos Astina untuk memperkuat lini depan. Namun, kehilangan Fajar Fathurrahman dinilai sebagai kerugian besar.
“Lima tahun lalu di Borneo FC saya memulai karier saya dan di akhir 2025 perjalanan saya berakhir,” ujar Fajar melalui akun Instagram resmi klub.
Fajar Fathurrahman merupakan pemain bek kanan yang telah mencatatkan 14 penampilan bersama Timnas U-23 Indonesia, termasuk meraih medali emas SEA Games 2023.
Musim ini, Fajar tampil dalam 14 dari 15 pertandingan Borneo FC di Super League. Secara total, pemain berusia 23 tahun itu telah bermain 113 laga dengan mencetak 2 gol dan 11 assist bersama klub asal Kalimantan Timur tersebut.
Kepergian Fajar akan meninggalkan lubang di sisi kanan pertahanan Borneo FC dan berpotensi menggerus peluang mereka untuk meraih gelar juara.











