Bandung – Kota Bandung dipenuhi oleh ribuan Bobotoh, suporter setia Persib Bandung, yang merayakan keberhasilan tim kebanggaan mereka menjuarai BRI Super League 2025/2026. Gelar juara ini dipastikan setelah Persib bermain imbang 0-0 melawan Persijap pada laga terakhir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026). Meskipun poin Persib dan Borneo sama-sama 79, Persib unggul berdasarkan head to head.
Sejak siang hari, Bobotoh yang tidak hadir langsung di stadion menggelar nonton bareng di berbagai titik di Kota Bandung dan sekitarnya. Setelah pengumuman resmi juara, mereka turun ke jalanan untuk merayakan kemenangan tersebut dengan penuh semangat.
Bobotoh berkumpul di sejumlah jalan protokol seperti Jalan Asia Afrika, Jalan Ir. H. Djuanda, serta lokasi utama di Flyover Pasopati atau Mochtar Kusumaatmadja. Dari wilayah Bandung Raya, termasuk Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Cimahi, para Bobotoh bergerak menuju pusat kota dengan mayoritas menggunakan motor lengkap dengan atribut Persib seperti syal dan bendera, sambil menggeber knalpot.
Namun, beberapa pengendara motor melakukan aksi ugal-ugalan dan tidak memakai helm, yang dinilai membahayakan, terutama karena mayoritas pelaku adalah anak muda.
Salah seorang Bobotoh, Apipudin, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan Persib meraih gelar juara ketiga secara berturut-turut atau hattrick. “Alhamdulillah, hattrick,” ujarnya singkat. Ia mengaku belum memastikan keikutsertaannya dalam pawai kemenangan yang dijadwalkan pada Ahad (24/5/2026).
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk PT Persib Bandung Bermartabat, Polda Jabar, Kodam III Siliwangi, Dishub, Dinkes, PMI, dan Pemkot Bandung, untuk mendukung pelaksanaan pawai tersebut. Rute pawai tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya karena Gedung Sate sedang dalam proses renovasi.
Pawai akan dimulai dari parkiran barat Gedung Sate, kemudian melintasi Jalan Banda, Jalan Riau, Jalan Merdeka, Jalan Perintis Kemerdekaan, Lembong, Jalan Veteran, Simpang Lima, Asia Afrika, dan berakhir di Gedung Merdeka. “Waktu keberangkatan diperkirakan pukul 07.00 WIB dengan durasi perjalanan sekitar 3 sampai 4 jam,” jelas Erwan.
Pemilihan Gedung Merdeka sebagai titik akhir pawai didasarkan pada nilai sejarah dan simbol Kota Bandung serta Jawa Barat. Selain itu, jalur tersebut mampu menampung banyak masyarakat yang ingin menyaksikan pawai.
Erwan juga menyebutkan bahwa sejumlah kendaraan, termasuk lima unit Unimog, akan digunakan untuk mengangkut para pemain. Pihaknya juga mengantisipasi tingginya animo masyarakat yang datang dari luar kota untuk menyaksikan perayaan ini.











