Semarang – Dua tim putra telah memastikan tiket ke grand final Proliga 2026, namun laga antara Jakarta Garuda Jaya dan Jakarta Bhayangkara Presisi pada Jumat, 17 April 2026, tetap menjadi perhatian utama sebagai ajang pemanasan dan pembuktian.
Jakarta Bhayangkara Presisi sudah memastikan tempat di partai puncak setelah tampil konsisten, termasuk kemenangan 3-0 atas Surabaya Samator di seri Solo. Pelatih Reidel Toiran menyatakan, “Kepercayaan diri kami tinggi berkat kedalaman skuad dan pengalaman yang dimiliki. Kami siap menghadapi tekanan di grand final nanti.”
Di sisi lain, Jakarta Garuda Jaya bertekad menutup babak Final Four dengan hasil positif. Setelah kalah dari LavAni dalam tiga set langsung, tim ini ingin memanfaatkan pertandingan sebagai momentum evaluasi dan pembuktian bagi para pemain muda. Meski hasil laga tidak menentukan posisi klasemen, Garuda Jaya menilai pertandingan ini penting untuk menjaga ritme dan semangat tim.
Bertanding di GOR Sritex, Solo, Garuda Jaya memanfaatkan kesempatan terakhir ini untuk menunjukkan karakter dan daya juang sebelum mengakhiri kiprah mereka di Proliga musim ini. Sementara itu, Bhayangkara Presisi menggunakan laga ini untuk mengasah strategi jelang grand final.
Meski tidak memengaruhi klasemen akhir, duel ini diprediksi berlangsung sengit dengan atmosfer yang tetap panas. Kedua tim berpeluang menampilkan kualitas terbaik sebagai persiapan menghadapi babak final Proliga 2026.










