Barcelona – Ketertarikan Barcelona terhadap penyerang Manchester City, Erling Haaland, kembali mencuat setelah muncul pengakuan mengenai adanya komunikasi serius antara kedua belah pihak. Mantan analis klub, Carles Planchart, mengungkapkan bahwa Barcelona sempat melakukan pendekatan intensif untuk menjajaki kemungkinan transfer bintang asal Norwegia tersebut ke Camp Nou.
Planchart menjelaskan bahwa pertemuan tersebut berlangsung pada Maret lalu. Fokus utama dari komunikasi itu adalah untuk memastikan kesediaan Haaland meninggalkan Manchester City serta mengukur sejauh mana minat sang pemain untuk menjadikan Barcelona sebagai destinasi karier berikutnya. Menurut Planchart, profil Haaland dinilai sangat ideal bagi kebutuhan taktis Barcelona karena usianya yang muda serta kemampuan mencetak gol yang tinggi di dalam kotak penalti.
Meski sempat hampir mencapai kesepakatan, Planchart mengakui bahwa saat ini Barcelona telah mengubah prioritas strateginya. Pihak klub memilih untuk tidak melanjutkan langkah tersebut dalam waktu dekat. Kendati demikian, ia meyakini bahwa Haaland memiliki ketertarikan untuk menjajal kompetisi di Spanyol, mengingat sang pemain juga memiliki properti pribadi di Marbella.
Terkait persaingan di pasar transfer, Planchart menilai Real Madrid bukanlah tujuan yang ideal bagi Haaland saat ini. Keberadaan Kylian Mbappe di Santiago Bernabeu dianggap sebagai penghalang utama. Menurutnya, bergabung dengan Real Madrid akan menjadi langkah yang kurang tepat bagi Haaland karena ia berisiko hanya menjadi salah satu dari sekian banyak bintang di skuad yang sudah bertabur pemain kelas dunia. Ia menambahkan bahwa gaya permainan Real Madrid saat ini mungkin tidak sepenuhnya selaras dengan karakteristik Haaland yang membutuhkan suplai bola dominan di area pertahanan lawan.
Munculnya kembali rumor transfer Haaland ke Barcelona juga menjadi indikator perbaikan kondisi finansial klub yang signifikan. Selama beberapa tahun terakhir, Barcelona kerap terkendala aturan ketat La Liga akibat masalah utang. Namun, kini manajemen klub dikabarkan semakin dekat untuk memenuhi regulasi 1:1, yang memungkinkan klub untuk membelanjakan dana secara lebih leluasa berdasarkan pendapatan yang dihasilkan.
Kondisi ini menandai perubahan citra Barcelona di mata dunia sepak bola. Sebelumnya, klub sempat menerima sindiran dari berbagai pihak, termasuk Presiden Kehormatan Bayern Munich, Uli Hoeness, terkait kemampuan belanja klub yang dianggap terbatas. Namun, dengan langkah-langkah efisiensi seperti pengurangan beban gaji pemain, termasuk melepas Robert Lewandowski yang memiliki gaji tertinggi, Barcelona kini mulai menunjukkan kembali daya tawar mereka di pasar transfer internasional.
Langkah berani klub dalam melakukan investasi pemain, seperti pengeluaran besar untuk mendatangkan Anthony Gordon, menjadi bukti nyata bahwa Barcelona kini mampu kembali bersaing dalam perburuan pemain elite. Meskipun transfer Haaland saat ini belum menjadi agenda utama, keterbukaan komunikasi yang pernah terjadi membuktikan bahwa Barcelona telah kembali memposisikan diri sebagai destinasi yang mampu menarik minat pemain dengan profil tertinggi di dunia. Fokus klub saat ini tampak masih berorientasi pada pengembangan skuad yang ada, namun dengan fondasi finansial yang jauh lebih stabil dibanding beberapa musim lalu.











