Jakarta – Asosiasi World Muaythai Indonesia (AWMI) melantik kepengurusan baru untuk periode 2025-2029, Kamis (2/10/2025) di Jakarta Barat. Pelantikan ini menandai komitmen organisasi untuk mengembangkan ekosistem Muaythai di Indonesia.
AWMI langsung menggelar AWMI Super Fight di Bali United Studi, Jakarta, usai pelantikan. Kompetisi ini menampilkan 48 atlet dari berbagai kategori, mulai dari amatir hingga profesional.
Ketua Umum AWMI, Dewanto P. Siregar, menegaskan organisasi tidak hanya fokus pada prestasi, tetapi juga pembinaan karakter generasi muda melalui Muaythai.
“Muaythai bukan sekadar olahraga bela diri. Ini wadah pembentukan karakter, peluang karier, sekaligus kebanggaan bangsa,” kata Dewanto.
AWMI Super Fight mempertandingkan 24 partai, terdiri dari 10 partai amatir, 11 semi-pro, 2 pro fight, dan 1 laga data pro fight.
Dewanto menyatakan Super Fight akan menjadi agenda rutin AWMI untuk pembinaan atlet dan hiburan bagi masyarakat.
Selain pertandingan, AWMI juga memperkenalkan program jangka pendek seperti sertifikasi pelatih, perekrutan juri, dan pembentukan pengurus di tingkat provinsi.
AWMI, yang berada di bawah naungan World Muaythai Organization (WMO), memiliki visi mencetak atlet Muaythai berkelas dunia sejak berdiri pada 21 Juni 2024.
Salah satu pendiri AWMI, Martua Marcos Manurung, menambahkan bahwa organisasi ini hadir untuk memperkuat posisi atlet Indonesia di level internasional.
AWMI berencana menjalin komunikasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk memperluas dukungan terhadap pengembangan Muaythai nasional.











