Madrid – Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengakui timnya masih memiliki kelemahan signifikan yang perlu segera diperbaiki. Fokus utama adalah meningkatkan kecepatan sirkulasi bola saat menghadapi pertahanan rapat lawan dan menjaga konsistensi permainan sepanjang musim.
Kekalahan 1-2 dari Osasuna di Liga Spanyol pada Minggu (22/2/2026) dini hari WIB menjadi sorotan. Osasuna unggul lebih dulu melalui Ante Budimir, disamakan oleh Vinicius Junior, sebelum Raul Garcia memastikan kemenangan tuan rumah menjelang akhir laga.
Arbeloa menyoroti kurangnya kecepatan dalam mengalirkan bola ketika timnya dihadapkan pada blok rendah lawan. Ia juga mengidentifikasi kecenderungan serangan Madrid yang terlalu terfokus pada satu sisi lapangan.
“Pada babak pertama, kami sempat cukup menguasai permainan, tetapi kami kurang memiliki kecepatan dalam permainan saat menghadapi pertahanan rendah. Anda harus mengalirkan bola jauh lebih cepat, jika tidak, mereka akan dengan mudah bertahan menghadapi Anda,” ujar Arbeloa.
Ia menambahkan, “Ini sesuatu yang harus terus kami perbaiki dan kerjakan. Kami harus mampu menembus dari kedua sisi. Saat ini, sebagian besar permainan kami terfokus di sisi kiri, dan kami juga harus mampu melakukannya di sisi lain; jika tidak, kami akan mudah diantisipasi. Kami harus bekerja keras karena kami memiliki pertandingan yang sangat penting pada hari Rabu.”
Selain aspek taktik, Arbeloa juga menekankan pentingnya manajemen kondisi pemain di tengah jadwal pertandingan yang padat. Ia menjelaskan bahwa pergantian Federico Valverde dilakukan untuk menghindari risiko cedera.
“Valverde telah bekerja sangat keras dalam banyak pertandingan berturut-turut dan mengalami sedikit ketidaknyamanan. Ia merasakan apa yang sudah ia alami dalam beberapa pekan terakhir. Benar atau salah, saya memilih untuk tidak mengambil risiko dengan Valverde. Setelah gol terjadi, keputusan itu diambil dengan pertimbangan untuk tidak mengambil risiko dan mencegah kemungkinan cedera,” jelasnya.
Arbeloa menilai perjalanan musim masih panjang dan timnya memiliki ruang besar untuk berkembang, meskipun belum mampu menjaga konsistensi performa.
“Masih banyak pertandingan tersisa, dan kami memiliki banyak ruang untuk berkembang. Ketika Anda tidak berada dalam kondisi 100 persen, siapa pun bisa mengalahkan Anda. Kami menyadari hal itu,” tutur pelatih yang menggantikan posisi Xabi Alonso tersebut.
Ia menambahkan, “Setiap pertandingan tandang akan sangat sulit, lawan mempersiapkan diri dengan matang dan memberikan segalanya saat menghadapi kami. Kami juga harus melakukan hal yang sama.”











