Jakarta – Pemain voli putri Jakarta Electric PLN Mobile, Afifah, mengakui masih membutuhkan penyesuaian dalam menjalani latihan dan pertandingan selama bulan Ramadhan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri mengingat beberapa musim terakhir kompetisi Proliga tidak sepenuhnya bertepatan dengan bulan puasa.
Afifah, yang berposisi sebagai outside hitter, menyatakan bahwa hari-hari awal Ramadhan menjadi masa adaptasi krusial, terutama dalam menjaga kondisi fisik di tengah jadwal latihan dan pertandingan yang padat.
“Hari pertama puasa ini masih perlu penyesuaian. Di tahun-tahun sebelumnya, kami bertanding di luar bulan puasa. Tahun lalu kami sudah latihan di bulan puasa, namun belum ada kompetisi, jadi tahun ini perlu adaptasi lagi,” ujar Afifah.
Ia menambahkan bahwa tim telah melakukan penyesuaian jadwal latihan untuk memastikan tidak mengganggu ibadah puasa para pemain.
“Pada hari pertama, latihan kami menyesuaikan jadwal pertandingan. Berbeda dengan tahun lalu yang tetap dua kali sehari, pagi kami latihan dan sore digeser ke malam setelah buka puasa,” jelasnya.
Untuk menjaga kebugaran, Afifah menekankan pentingnya asupan nutrisi saat sahur dan berbuka. Ia memprioritaskan konsumsi air putih yang cukup dan menghindari makanan berminyak demi menjaga kondisi tubuh tetap prima selama berpuasa.
“Pasti ada penyesuaian karena kami membutuhkan asupan bergizi untuk memenuhi kebutuhan saat puasa. Kami perbanyak air, vitamin, sayuran, dan mengurangi makanan berminyak,” tuturnya.
Selain itu, ia juga mengonsumsi kurma dan buah-buahan lainnya sebagai sumber energi tambahan saat sahur maupun berbuka.
Mengenai target tim, Afifah berharap dapat membawa Jakarta Electric PLN melangkah sejauh mungkin di kompetisi musim ini.
“Harapan kami adalah lolos ke final four terlebih dahulu, selebihnya kami serahkan kepada Tuhan. Target pribadi saya adalah memberikan yang terbaik untuk tim ini,” pungkas Afifah.











