Kuala Lumpur – Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengungkap fakta baru terkait skandal naturalisasi tujuh pemain Timnas Malaysia. Bukan orang Indonesia, apalagi Ketua Umum PSSI Erick Thohir, pelapor kasus ini ternyata warga negara Vietnam.
Tudingan keterlibatan Erick Thohir sebelumnya muncul setelah Putra Mahkota Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, mengunggah sejumlah artikel yang kemudian dihapus. Artikel-artikel itu menyinggung standar ganda FIFA dan dukungan Malaysia terhadap Palestina.
Tunku Ismail juga sempat memposting artikel yang mengklaim adanya campur tangan Erick Thohir dalam hukuman FIFA untuk Malaysia. Meskipun tidak menyebut nama secaraGamblang, banyak netizen Indonesia meyakini tudingan tersebut mengarah kepada Erick Thohir.
Wakil Presiden FAM, Datuk S. Sivarundaram, akhirnya memberikan klarifikasi terkait pelapor kasus ini. Ia menjelaskan bahwa laporan ke FIFA justru datang dari warga Vietnam.
Sivarundaram membeberkan kronologi kasus yang bermula pada akhir 2024, ketika FAM menjalankan program pencarian pemain berdarah Malaysia untuk memperkuat timnas. Kesalahan teknis dalam dokumentasi terjadi karena pengajuan dilakukan terburu-buru untuk memenuhi tenggat waktu pendaftaran.
“Begitu para pemain menerima paspor, FAM menulis surat kepada Departemen Pendaftaran Nasional (NRD) untuk mengonfirmasi dokumen garis keturunan,” kata Sivasundaram, dikutip dari media Malaysia, New Straits Times.
Kesalahan dalam dokumentasi inilah yang kemudian menjadi fokus penyelidikan FIFA, setelah seorang warga Vietnam melayangkan pengaduan pada 11 Juni. Pengaduan tersebut mempertanyakan keaslian dokumen para pemain naturalisasi.
Pelaporan ini terjadi setelah Vietnam dibantai Timnas Malaysia 0-4 dalam laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, 10 Juni 2025. Kekalahan telak itu memicu kecurigaan warga Vietnam terhadap tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia.
Tujuh pemain naturalisasi yang terlibat dalam kasus ini adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano. Mereka mendapat larangan beraktivitas selama 12 bulan di dunia sepak bola.
FAM menegaskan bahwa para pemain ini dinaturalisasi secara sah sesuai hukum Malaysia. Proses hukum saat ini sedang berjalan, dan FAM telah mengajukan banding pada 14 Oktober agar FIFA meninjau kasus ini secara menyeluruh dan adil.
“FAM tetap teguh pada misi kami untuk menjunjung transparansi, melindungi reputasi sepak bola Malaysia, dan terus membangun Harimau Malaya yang kuat dan kompetitif di masa depan,” tutur Sivasundaram.











