Barcelona – Hubungan antara pelatih Barcelona, Hansi Flick, dan manajemen klub dikabarkan sempat memanas akibat perbedaan pendapat mengenai perlakuan terhadap Lamine Yamal. Perselisihan ini bermula dari niat Flick untuk mencadangkan Yamal dalam laga Liga Champions 2025-2026 melawan Paris Saint-Germain (PSG).
Pemicunya adalah tindakan indisipliner Yamal yang terlambat mengikuti sesi latihan. Namun, keinginan Flick untuk memberikan sanksi kepada pemain muda tersebut ditentang oleh manajemen klub.
Direktur Olahraga Barcelona, Deco, bahkan turun tangan meminta Flick untuk tetap memainkan Yamal sebagai starter. Tindakan Deco ini membuat Flick merasa terganggu karena dianggap mencampuri urusan teknis tim.
Flick mengingatkan petinggi klub agar tidak melanggar otoritasnya sebagai pelatih. Ia menilai tekanan untuk selalu memainkan Yamal dapat menciptakan kesan yang kurang baik di ruang ganti, terutama karena pemain lain seperti Raphinha dan Jules Kounde tetap menerima hukuman atas pelanggaran serupa.
Meskipun keberatan, Flick akhirnya tetap menurunkan Yamal sejak awal pertandingan melawan PSG. Yamal bermain penuh selama 90 menit dalam laga yang berakhir dengan kekalahan Barcelona 1-2.
Lamine Yamal memang dianggap sebagai aset berharga Barcelona sejak debutnya pada April 2023 di usia 15 tahun. Di usia 18 tahun, ia telah menjadi pemain kunci di LaLiga dan kompetisi Eropa.
Sepanjang kariernya bersama tim utama Barcelona, Yamal telah mencetak 27 gol dan 38 assist dari 111 pertandingan. Ia juga berperan penting dalam keberhasilan Barcelona meraih treble domestik pada musim 2024-2025.
Selain itu, Yamal juga menjadi andalan Timnas Spanyol. Pada usia 17 tahun, ia turut membawa tim nasional menjuarai Piala Eropa (Euro) 2024.
Prestasi-prestasi inilah yang membuat manajemen Barcelona menempatkan Yamal sebagai pemain yang tidak tersentuh. Namun, status istimewa ini justru memicu gesekan internal.
Flick khawatir kebijakan klub yang memberikan perlakuan khusus terhadap Yamal dapat mengganggu keseimbangan tim dan mempersulitnya dalam menegakkan disiplin.











