Padang – Pemanggilan 14 pemain naturalisasi oleh pelatih Timnas Malaysia, Peter Cklamovski, jelang Kualifikasi Piala Asia 2027 menuai sorotan dari publik Vietnam. Keputusan ini dianggap menantang FIFA di tengah sanksi yang menimpa tujuh pemain naturalisasi Malaysia akibat kasus pemalsuan dokumen.
Akhir September lalu, FIFA menjatuhkan sanksi denda sebesar 350.000 franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar) kepada FAM dan denda 2.000 franc Swiss (Rp41,7 juta) kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia. Mereka dianggap melanggar Pasal 22 Kode Disiplin terkait penipuan dan pemalsuan dokumen.
Meski diterpa krisis, Cklamovski tetap memanggil 29 pemain, termasuk 14 pemain kelahiran luar negeri, untuk menghadapi Laos di Kualifikasi Piala Asia 2027. Beberapa nama yang dipanggil adalah Endrick (Brasil), Dion Cools (Belgia), Stuart Wilkin (Inggris), dan Romel Morales (Kolombia).
Untuk mengisi kekosongan akibat sanksi, Timnas Malaysia memanggil Jordan Mintah, penyerang Ghana yang baru dinaturalisasi. Dengan pengalaman 5 tahun di M-League dan rekor 69 gol, Mintah diharapkan menjadi solusi lini depan Malaysia.
Media Vietnam, Danviet.vn, menilai pemanggilan pemain naturalisasi ini sebagai bentuk tantangan Malaysia kepada FIFA. “Panggil 14 pemain naturalisasi lagi, Timnas Malaysia tantang FIFA,” tulis Danviet.
FAM sendiri menyatakan terkejut dengan keputusan FIFA dan berjanji untuk mengajukan banding. Dua pemain yang dihukum, Facundo Garces dan Rodrigo Holgado, bahkan berada di Malaysia untuk membantu penyelesaian kasus ini.
Skandal ini menciptakan skenario tak terduga bagi lawan-lawan Malaysia di Grup F, termasuk Timnas Vietnam. Jika Malaysia gagal banding dan poinnya dikurangi, peluang Vietnam lolos akan terbuka lebar. Sebaliknya, jika Malaysia bebas, Vietnam harus menang dengan selisih 4 gol atau lebih untuk merebut posisi puncak.
Dua laga melawan Laos akan menjadi ujian bagi Cklamovski untuk mencari kekompakan tim di tengah permasalahan yang ada. Apakah perjudian dengan kebijakan naturalisasi ini akan membantu Malaysia, atau justru memperburuk krisis?











