Manila – Manny Pacquiao, legenda tinju dunia asal Filipina, menyatakan kekagumannya terhadap petinju Jepang Naoya Inoue yang saat ini memegang gelar juara dunia tak terbantahkan di kelas super bantam. Pacquiao menyoroti kecepatan dan footwork Inoue sebagai faktor utama keunggulannya di ring.

Pacquiao mengungkapkan, “Saya suka menonton Inoue, petinju Jepang itu. Dia sangat cepat dan memiliki footwork yang bagus.” Mantan senator Filipina ini juga menceritakan bahwa sebelum Inoue menjadi juara, petinju tersebut pernah bertanya kepadanya tentang aspek terpenting dalam latihan. “Saya bilang, footwork,” tambah Pacquiao.

Menurut Pacquiao, footwork yang baik memungkinkan petinju mengendalikan lawan dan melepaskan kombinasi pukulan tanpa kehilangan keseimbangan. Penilaian ini sejalan dengan dominasi Inoue yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

Naoya Inoue, yang kini berusia 33 tahun, masih mempertahankan rekor sempurna dengan 33 kemenangan, termasuk 27 kemenangan melalui knockout dan enam kemenangan lewat keputusan juri. Julukan “The Monster” melekat padanya setelah berhasil menyatukan seluruh sabuk juara kelas super bantam pada 2023 dengan mengalahkan petinju Filipina Marlon Tapales melalui KO ronde ke-10.

Sejak itu, Inoue telah mempertahankan gelar dunia sebanyak tujuh kali, termasuk kemenangan angka mutlak atas Junto Nakatani di Tokyo pada Mei lalu. Dominasi Inoue ini mendapat pengakuan dari Pacquiao, yang juga dikenal sebagai salah satu petinju terbaik sepanjang masa.

Selama karier profesionalnya, Pacquiao mengoleksi 62 kemenangan, delapan kekalahan, dan dua hasil imbang. Ia menjadi satu-satunya petinju yang meraih gelar juara dunia di delapan kelas berbeda. Meski kini lebih fokus di dunia politik, Pacquiao masih sesekali naik ring. Pertarungan profesional terakhirnya terjadi pada Juli 2025 melawan juara dunia kelas welter WBC, Mario Barrios.

Dalam duel tersebut, Pacquiao yang berusia 46 tahun mampu memberikan perlawanan sengit kepada Barrios yang lebih muda 15 tahun. Pertarungan berakhir imbang, dengan Barrios tetap mempertahankan sabuk juara dunia WBC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *