Las Vegas – Menjelang pertarungan UFC 329 di T-Mobile Arena, Conor McGregor menarik perhatian dengan strategi psikologis yang diperlihatkan saat sesi face-off melawan Max Holloway. Aksi ini menjadi sorotan utama, menggantikan biasanya kata-kata provokatif yang kerap dilontarkan McGregor.
Petarung berusia 38 tahun itu akan kembali ke Octagon setelah hampir lima tahun absen akibat cedera patah kaki yang dialaminya saat melawan Dustin Poirier pada Juli 2021. Kali ini, McGregor akan menghadapi Holloway, lawan yang pernah dikalahkannya lewat keputusan juri pada 2013.
Ketegangan memuncak saat McGregor menepis kacamata Oakley Meta yang dikenakan Holloway hingga terlepas. Selain itu, McGregor juga menolak uluran tangan Holloway, sehingga Presiden UFC Dana White dan petugas keamanan harus turun tangan memisahkan keduanya.
Namun, yang paling menarik perhatian adalah gerakan McGregor sebelum mereka berhadapan. Ia menurunkan posisi tubuh sambil mengangkat kedua kepalan tangan, yang dinilai banyak pengamat sebagai cara mengukur jarak dan reaksi Holloway. Gerakan ini diduga menjadi bagian dari persiapan taktik bertarung, khususnya untuk memanfaatkan kemampuan gulatnya.
Di media sosial, sejumlah penggemar menduga McGregor menyembunyikan rencana takedown. Salah satu penggemar menulis, “Dia sedang menguji reaksi Holloway terhadap perubahan level. Sepertinya Conor akan memakai wrestling di momen tertentu.” Pendapat serupa muncul dari warganet lain yang memperkirakan Holloway akan mendapat kejutan dari strategi McGregor.
Gulat memang sudah menjadi bagian dari gaya bertarung McGregor. Saat mengalahkan Holloway pada pertemuan pertama 12 tahun lalu, ia beberapa kali menggunakan teknik grappling untuk mengendalikan pertandingan sebelum menang lewat keputusan juri.
Selain memanaskan suasana di sesi face-off, McGregor juga melontarkan ancaman tegas kepada Holloway. Mantan juara dua divisi UFC itu mengklaim mampu mengakhiri pertarungan dalam waktu singkat. “Saya bisa menghancurkan Max dalam 10 detik. Saya pernah mencatat knockout hanya dalam tiga detik sepanjang karier saya,” ujarnya.
Pertarungan ini pun semakin dinantikan sebagai momen kebangkitan McGregor di Octagon setelah lama absen.











