Atlanta – Pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, menegaskan skuad asuhannya tidak terintimidasi oleh reputasi besar Argentina menjelang pertemuan kedua tim pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Selasa malam waktu setempat. Meski menghadapi lawan yang secara statistik lebih diunggulkan, Mesir menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan perlawanan maksimal di atas lapangan.
Dominasi Argentina dalam laga ini didukung oleh berbagai prediksi, termasuk analisis superkomputer Opta yang menempatkan peluang kemenangan tim asuhan Lionel Scaloni di angka 69,6 persen. Angka tersebut mencerminkan kesenjangan kualitas di atas kertas antara juara bertahan dengan tim yang baru menembus babak gugur. Kendati demikian, Hossam Hassan menolak untuk membiarkan angka-angka tersebut memengaruhi mentalitas anak asuhnya.
Bagi Hossam, pertandingan melawan Argentina merupakan kesempatan emas untuk membuktikan kapasitas Mesir di panggung sepak bola internasional. Ia menekankan bahwa rasa hormat yang diberikan kepada Argentina adalah bentuk apresiasi terhadap kolektivitas tim, bukan sekadar tertuju pada sosok megabintang Lionel Messi.
“Argentina memiliki pemain-pemain hebat dan sosok legendaris seperti Messi. Namun, ini adalah sepak bola, dan kami tidak boleh meremehkan diri sendiri. Saya telah mempersiapkan tim tanpa memandang peringkat atau nama besar lawan. Ini adalah Piala Dunia, panggung bagi kami untuk menunjukkan bahwa Mesir memang layak berada di fase ini,” ujar Hossam dalam keterangannya di laman resmi FIFA.
Kepercayaan diri Mesir bukannya tanpa alasan. Mereka melaju ke babak 16 besar setelah menunjukkan ketangguhan mental saat menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti dengan skor 4-2. Hasil tersebut diraih setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit pertandingan. Kemenangan dramatis ini menjadi modal psikologis krusial bagi Mohamed Salah dan rekan-rekannya untuk menatap laga melawan Argentina dengan kepala tegak.
Dalam arahannya, Hossam menekankan pentingnya kedisiplinan taktis. Ia meminta para pemainnya untuk tetap berpegang pada rencana permainan yang telah disusun dan tidak membiarkan beban ekspektasi mengganggu fokus di lapangan. Sang pelatih menginginkan transisi permainan yang solid serta pertahanan yang rapat untuk meredam serangan Argentina yang dikenal eksplosif.
Pertandingan ini juga menjadi pembuktian bagi publik sepak bola dunia bahwa keberhasilan Mesir lolos dari fase grup bukanlah sebuah kebetulan. Dengan memadukan semangat juang tinggi dan kematangan taktis, Mesir bertekad untuk menyulitkan langkah Argentina dan menciptakan kejutan besar di babak gugur. Fokus utama tim saat ini adalah menjaga konsistensi selama 90 menit pertandingan agar mampu mengimbangi permainan lawan yang lebih berpengalaman di turnamen besar.











